Setelah pemakzulan itu, publik Korea Selatan menuntut perubahan dan stabilitas politik. Lee Jae Myung dianggap sebagai sosok yang mampu mendamaikan ketegangan politik dan memulihkan kepercayaan publik terhadap institusi pemerintahan.
BACA JUGA:Tampil di Pameran Kopi Dunia di Amerika Serikat, UMKM Kopi Binaan BRI Tembus Pasar Internasional
BACA JUGA:Prabowo Batal Beri Diskon Listrik 50%, Pemerintah Alihkan ke Subsidi Upah dan Stimulus Lainnya
Tantangan Besar Menanti
Sebagai presiden terpilih, Lee Jae Myung akan menghadapi sejumlah tantangan besar, termasuk:
Pemulihan ekonomi pasca-instabilitas politik,
Hubungan Korea Selatan dengan Korea Utara,
Reformasi militer dan lembaga keamanan nasional,
Menumbuhkan kepercayaan publik terhadap demokrasi.
Lee Jae Myung dikenal sebagai tokoh progresif dengan pendekatan pro-rakyat, terutama dalam kebijakan kesejahteraan, reformasi sistem pajak, dan pembangunan berbasis komunitas.
BACA JUGA:Kucing Merah Kalimantan Muncul Lagi Setelah 20 Tahun, Harapan Baru Konservasi Satwa Langka
BACA JUGA:Dokter Anak Tolak Usulan Sekolah Jam 6 Pagi: Ganggu Perkembangan Otak Anak
Pelantikan resmi Lee Jae Myung dijadwalkan akan dilakukan dalam waktu dekat setelah semua proses transisi kekuasaan selesai. Dunia internasional kini menantikan arah baru yang akan diambil Korea Selatan di bawah kepemimpinannya.
BACA JUGA:Jokowi Absen di Upacara Harlah Pancasila 2025 karena Alergi Kulit, Prabowo Jadi Inspektur Upacara
BACA JUGA: Drama Kurir di PALI: Dari Penggelapan COD hingga Sandiwara Begal yang Berujung Penjara