Menurut peneliti dari Toho University, Jepang, Adil Maqbool, "Minum kopi bisa merangsang otot-otot di kolon, sehingga timbul sensasi ingin buang air besar."
Menariknya, efek ini tidak hanya datang dari kopi berkafein. Dalam studi yang dipublikasikan di European Journal of Gastroenterology and Hepatology, kopi tanpa kafein (decaf) juga terbukti mampu memicu kontraksi kolon—meski efeknya sekitar 23% lebih rendah dibanding kopi berkafein.
BACA JUGA:Kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Polres Lubuk Linggau Lubuk Linggau berlangsung Sukse
2. Kopi Meningkatkan Produksi Asam Lambung
Selain merangsang usus, kopi juga mempercepat proses pencernaan dengan meningkatkan produksi asam lambung di perut dan usus.
Menurut dokter Onyx Adegbola, pendiri klinik khusus sindrom iritasi usus besar (IBS), "Kopi bekerja seperti pencahar alami karena merangsang produksi asam lambung."
Produksi asam ini dapat membantu tubuh mencerna makanan lebih cepat, namun juga dapat menimbulkan rasa mulas atau tidak nyaman, terutama bagi mereka yang sensitif.
BACA JUGA:Soal dan Kunci Jawaban Post Test Modul 1 PPA Umum 1 PPG 2025 dengan tema
Jenis kopi juga berpengaruh. Studi dalam Molecular Nutrition Food Research menyebutkan bahwa kopi dark roast, yang kadar asamnya lebih rendah, menghasilkan lebih sedikit asam lambung dibanding kopi blend biasa. Jadi, jika kamu sering merasa mulas setelah minum kopi, kamu bisa mencoba jenis:
Dark roast
Espresso
Cold brew
Kopi jamur (mushroom coffee)
Efeknya Bisa Berbeda-Beda pada Setiap Orang