Meskipun termasuk sumber zat besi nabati, bayam tetap menjadi pilihan populer.
Dalam 100 gram bayam kukus, terdapat sekitar 5,7 mg zat besi, tiga kali lebih banyak dibanding telur rebus dengan berat yang sama.
Kombinasikan dengan buah kaya vitamin C seperti jeruk atau tomat agar penyerapannya lebih maksimal.
5. Tahu
Selain menjadi sumber protein nabati, tahu juga kaya zat besi.
Menurut Data Komposisi Pangan Indonesia (Kemenkes RI), dua potong tahu (100 gram) mengandung sekitar 3,4 mg zat besi, atau setara dengan 20% kebutuhan harian tubuh.
Tahu mudah diolah, terjangkau, dan cocok dikonsumsi sehari-hari untuk menjaga kadar hemoglobin tetap optimal.
BACA JUGA:Marc Márquez Juara MotoGP 2025: Apakah Karena Skill atau Sekadar Motor Ducati yang Kencang?
BACA JUGA:Sembilan Tersangka Penculikan dan Penyiksaan di Tangsel Ditetapkan, Ini Peran Masing-Masing
Tips Agar Penyerapan Zat Besi Lebih Maksimal
Emilia Achmadi menyarankan untuk tidak minum teh atau kopi saat makan, karena kandungan tanin dapat menghambat penyerapan zat besi. Sebaiknya, konsumsi teh atau kopi 2–4 jam setelah makan agar manfaat nutrisi tetap optimal.
Kesimpulan
Kekurangan zat besi bisa dicegah dengan pola makan seimbang dan pemilihan bahan makanan yang tepat. Kunci utamanya adalah variasi dan keseimbangan gizi. Dengan mengonsumsi makanan kaya zat besi secara rutin, tubuh akan tetap sehat, bertenaga, dan bebas dari risiko anemia.
BACA JUGA:Anaconda 2025: Petualangan Kocak Jack Black dan Paul Rudd Berubah Jadi Mimpi Buruk di Hutan Amazon