115 unit dalam tahap persiapan,
371 unit dalam proses pembangunan, dan
27 unit baru memulai pembangunan.
Dari jumlah tersebut, 32 SPPG baru diresmikan di Jawa Tengah dan diproyeksikan dapat melayani 97.622 penerima manfaat serta menyerap 1.541 tenaga kerja lokal.
BACA JUGA:Buntut Salah Tangkap Ketua NasDem Sumut, Empat Anggota Polrestabes Medan Dipatsus Propam.
Dukung Ekonomi dan Cegah Stunting
Kapolri juga menegaskan bahwa pembangunan SPPG tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan ekonomi lokal.
“Selain memastikan masyarakat mendapatkan makanan bergizi, kita juga ingin SPPG menjadi sarana pemberdayaan ekonomi lokal dan membuka lapangan kerja,” ujar Sigit.
Langkah ini sejalan dengan prioritas nasional dalam menekan angka stunting dan memperkuat ketahanan pangan masyarakat. Polri juga memastikan penerapan SOP (Standar Operasional Prosedur) yang ketat dalam setiap tahap pengolahan makanan, mulai dari sanitasi dapur hingga pemantauan kondisi penerima manfaat.
BACA JUGA:DPMPTSP Sumsel Tingkatkan Pelayanan Publik Lewat Program LAKSAN-SAPA 2025 di Lubuk Linggau
Komitmen Polri untuk Rakyat
Kapolri menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata dukungan terhadap arahan Presiden Republik Indonesia.
“Kami mendukung penuh arahan Presiden untuk memastikan seluruh warga, terutama anak-anak, mendapatkan makanan bergizi setiap hari,” pungkas Kapolri.
Dengan target membangun hingga 1.500 SPPG di seluruh Indonesia, Polri ingin hadir lebih dekat dengan rakyat — tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga memastikan setiap warga Indonesia bisa hidup sehat dan bergizi.