11 Tahun Bermukim di Ngada, Keluarga Bocah SD Tak Pernah Dapat Bantuan Sosial

Kamis 05-02-2026,14:12 WIB
Reporter : Rendi Setiawan
Editor : Rendi Setiawan

BACA JUGA:Ayah di Lubuklinggau Jadi Korban Penganiayaan Anak Kandung, Diduga ODGJ Kambuh

BACA JUGA:Miris! Anak SD Diduga Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku, DPR Sebut Alarm Keras

Tekanan Ekonomi dan Beban Psikologis Anak

YBR diketahui tinggal bersama neneknya yang berusia sekitar 80 tahun di sebuah pondok bambu sederhana. Ia ditemukan meninggal dunia pada Kamis (29/1/2026) sekitar pukul 12.30 WITA. Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban mengalami tekanan karena kesulitan mengikuti proses belajar mengajar tanpa perlengkapan sekolah yang memadai.

Sehari sebelum kejadian, korban sempat meminta ibunya, MGT (47), untuk dibelikan buku dan pena. Namun permintaan itu belum dapat dipenuhi karena keterbatasan ekonomi.

Kasus ini turut mendapat perhatian dari Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko. Ia menilai peristiwa tersebut menjadi bukti bahwa kemiskinan ekstrem masih menjadi persoalan nyata di sejumlah daerah dan berdampak langsung pada kondisi psikologis anak.

BACA JUGA:Dukung Program Kemandirian WBP, Lapas Narkotika Muara Beliti Lakukan Studi Peternakan Ayam

BACA JUGA:Iklan Tiba-tiba Muncul Terus di Ponsel? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

“Kasus ini menunjukkan bahwa beban ekonomi keluarga dapat menimbulkan tekanan psikologis serius pada anak,” kata Budiman saat dihubungi, Rabu (4/2/2026).

Ia menjelaskan, pemerintah saat ini tengah menggalakkan program Sekolah Rakyat (SR) sebagai upaya mencegah terulangnya kejadian serupa, dengan menyediakan sistem pendidikan dan fasilitas belajar yang terintegrasi bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem.

“Sekolah Rakyat dirancang terhubung dengan perumahan rakyat dan ekosistem pemberdayaan ekonomi. Ini sedang kami kerjakan secara bertahap,” jelasnya.

Budiman juga menyampaikan permohonan maaf secara pribadi karena program tersebut belum sepenuhnya menjangkau seluruh anak dari keluarga miskin ekstrem. Ia meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk memulihkan kondisi ekonomi serta kesehatan mental keluarga yang ditinggalkan.

BACA JUGA:Telapak Tangan Sering Berkeringat, Apakah Pertanda Masalah Jantung? Ini Penjelasan Dokter

BACA JUGA:Warga Desa Sugi Waras Musi Banyuasin Demo, Tuntut Perhatian Pemerintah soal Jalan Rusak

Kategori :