Beban Ganda Sandwich Generation Picu Generasi Produktif Tunda Punya Anak

Rabu 04-03-2026,13:25 WIB
Reporter : Shinta
Editor : Shinta

SILAMPARITV.CO.ID - Fenomena sandwich generation kian menjadi sorotan di Indonesia. Tekanan untuk menopang kebutuhan orangtua sekaligus memenuhi kebutuhan pribadi membuat banyak generasi produktif berpikir ulang soal rencana memiliki anak.

BACA JUGA:Inspirasi 7 Hidangan Berkuah Tanpa Santan untuk Sahur, Hangat, Ringan, dan Bernutrisi

BACA JUGA:Langsung Tidur Usai Sahur? Dokter Ingatkan Risiko Gangguan Asam Lambung dan GERD

Psikolog dari Ibunda.id, Danti Wulan Manunggal, S.Psi., menjelaskan bahwa kondisi ini bukan sekadar persoalan ekonomi, tetapi juga menyangkut kapasitas emosional seseorang.

Menurut Danti, tekanan berlapis yang dialami kelompok ini menjadi salah satu faktor psikologis yang memengaruhi keputusan menunda kehadiran anak dalam keluarga.

BACA JUGA:Tak Ada Ancaman Hukum, Kepala BGN Dorong Transparansi Menu MBG

BACA JUGA:Badan Terasa Lemah Saat Berpuasa? Dokter Jelaskan Batas Normal dan Tanda Bahaya

Terhimpit Dua Tanggung Jawab

Istilah sandwich generation merujuk pada kelompok usia produktif yang berada di “tengah”, yaitu harus menopang kebutuhan generasi di atasnya sekaligus menyiapkan masa depan sendiri.

Banyak dari mereka masih membantu biaya hidup orangtua, sementara kebutuhan pribadi, tabungan, dan rencana jangka panjang juga harus dipenuhi. Kondisi tersebut membuat ruang finansial semakin sempit.

Situasi ini sering kali memunculkan tekanan psikologis karena tanggung jawab terus bertambah, sementara sumber daya yang dimiliki terbatas. Rencana memiliki anak pun menjadi keputusan besar yang dipertimbangkan berulang kali.

BACA JUGA:Pendaftaran Taruna Akademi TNI 2026 Resmi Dibuka, Lulusan Raih Pangkat Letda dan Gelar Setara D4

BACA JUGA:Pemkab Musi Rawas Gelar Buka Puasa dan Tarawih Bersama, Eratkan Silaturahmi Ramadan 1447 H

Burnout Finansial dan Mental

Danti menjelaskan, tekanan yang berlangsung terus-menerus dapat memicu burnout, baik secara finansial maupun mental. Energi yang seharusnya dapat digunakan untuk membangun keluarga baru sudah lebih dulu terkuras untuk memenuhi kebutuhan generasi sebelumnya.

Kategori :