Sering Terbangun Pukul 3 Pagi? Pakar Ungkap Penyebabnya dari Siklus Tidur hingga Stres

Sabtu 07-03-2026,09:11 WIB
Reporter : Shinta
Editor : Shinta

SILAMPARITV.CO.ID - Banyak orang pernah mengalami terbangun tiba-tiba di tengah malam, terutama sekitar pukul 3 pagi. Setelah terbangun, sebagian orang bahkan merasa sulit untuk kembali tidur karena pikiran terasa aktif atau tubuh menjadi gelisah.

Fenomena ini ternyata cukup umum terjadi dan sering menimbulkan pertanyaan tentang penyebabnya. Menurut Brian Meusborn, seorang asisten dokter di Texas Health Family Care di Flower Mound, kebiasaan terbangun di tengah malam dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, mulai dari siklus tidur, stres, hingga perubahan hormon dalam tubuh. Penjelasan tersebut juga dikutip dari Sleep Foundation.

BACA JUGA:Pemerintah Batasi Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Komdigi Siap Nonaktifkan Sejumlah Akun Mulai 28 Maret 2026

BACA JUGA:Netflix Rilis Teaser “BTS The Comeback Live: ARIRANG”, Comeback BTS Siap Tayang 21 Maret 2026

Berkaitan dengan Siklus Tidur

Selama tidur, tubuh manusia melalui beberapa tahapan yang dikenal sebagai siklus tidur. Tahapan tersebut meliputi tidur ringan, tidur dalam, hingga fase Rapid Eye Movement (REM).

Satu siklus tidur umumnya berlangsung sekitar 90 menit. Seseorang biasanya lebih mudah terbangun ketika tubuh berada pada fase tidur ringan yang muncul di akhir siklus tersebut.

Jika seseorang tidur sekitar pukul 22.00 hingga 23.00, maka beberapa siklus tidur akan berlangsung hingga dini hari. Pada titik tertentu, sekitar pukul 3 pagi, tubuh bisa berada pada fase tidur yang lebih ringan sehingga lebih mudah terbangun akibat gangguan kecil seperti suara, cahaya, atau perubahan suhu ruangan.

BACA JUGA:Mengantuk Saat Salat Tarawih? Dokter Ungkap Penyebabnya dari Pola Buka Puasa

BACA JUGA:Manfaatkan Situasi Tawuran, Remaja di Lubuklinggau Curi Motor dan Jual Rp. 2 Juta

Stres dan Pikiran yang Terlalu Aktif

Selain siklus tidur, stres juga menjadi penyebab umum seseorang terbangun di tengah malam. Ketika seseorang sedang mengalami kecemasan atau memikirkan banyak hal, tubuh dapat menghasilkan hormon stres seperti Cortisol.

Hormon tersebut berfungsi membuat tubuh tetap waspada. Jika kadar kortisol meningkat pada malam hari, seseorang dapat terbangun lebih mudah dan kesulitan untuk kembali tidur.

Stres yang tidak terselesaikan juga membuat otak tetap aktif meskipun tubuh sedang beristirahat, sehingga kualitas tidur menjadi terganggu.

BACA JUGA:Kecelakaan di Jalan Tugumulyo Lubuklinggau, Pensiunan PNS Asal Musi Rawas Meninggal Dunia

Kategori :