Para ahli menyebut protein-protein tersebut memiliki sifat antimikroba, antioksidan, serta berpotensi menghambat perkembangan sel kanker.
BACA JUGA:Modus Pegawai Bank, Pria di Musi Rawas Tipu Ibu Rumah Tangga hingga Jutaan Rupiah
BACA JUGA:Digigit Ular Kobra Saat Ngopi di Teras, Pria di Musi Rawas Meninggal Dunia
Cara Memasak Telur yang Lebih Sehat
Cara memasak telur juga memengaruhi nilai gizinya. Salah satu metode yang paling dianjurkan adalah merebus telur.
Metode ini dianggap lebih sehat karena tidak menggunakan minyak tambahan sehingga kandungan lemak tidak bertambah.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin bahkan pernah merekomendasikan konsumsi dua butir telur rebus untuk sarapan sehat, sebagai alternatif pengganti menu seperti nasi uduk atau bubur ayam.
BACA JUGA:Anti Rewel Saat Mudik! Ini 9 Cara Mencegah Anak Mabuk Perjalanan
Mana yang Lebih Baik untuk Sahur?
Baik telur ayam maupun telur bebek sebenarnya sama-sama cocok dijadikan menu sahur karena keduanya kaya protein yang membantu tubuh merasa kenyang lebih lama selama puasa.
Namun, ada beberapa perbedaan yang bisa menjadi pertimbangan.
Telur ayam memiliki kandungan lemak dan kolesterol lebih rendah, sehingga terasa lebih ringan dan mudah dicerna. Karena itu, telur ayam sering menjadi pilihan yang cocok untuk sahur sehari-hari.
BACA JUGA:Kasus Campak di Indonesia Meningkat, IDAI Soroti Rendahnya Cakupan Imunisasi Anak
Telur bebek memiliki ukuran lebih besar serta kandungan protein, lemak, dan kalori lebih tinggi. Hal ini bisa memberikan energi lebih besar, tetapi bagi sebagian orang mungkin terasa lebih “berat” saat dikonsumsi.
Pada akhirnya, pilihan antara telur ayam dan telur bebek dapat disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi dan kondisi tubuh masing-masing.