Banyak pengemudi memilih minum kopi saat mulai merasa mengantuk selama perjalanan. Kafein memang dapat memberikan efek segar sementara karena merangsang sistem saraf pusat.
Namun, para ahli mengingatkan bahwa kopi tidak bisa menggantikan kebutuhan tidur. Menurut National Sleep Foundation, kafein hanya membantu meningkatkan kewaspadaan dalam jangka pendek, tetapi tidak dapat menggantikan kebutuhan istirahat tubuh.
BACA JUGA:Selamatkan Kerugian Negara, Kejari Musi Rawas Sita Dana Rp. 1,26 Miliar
Selain itu, Centers for Disease Control and Prevention juga memperingatkan bahwa mengemudi dalam kondisi mengantuk dapat meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Oleh karena itu, pengemudi disarankan untuk berhenti sejenak di rest area jika mulai merasa lelah.
Istirahat singkat atau tidur sejenak dapat membantu memulihkan kondisi tubuh sebelum melanjutkan perjalanan.
BACA JUGA:Jadwal Operasi Gas 3 Kg di Kota Lubuklinggau, Warga Diminta Bawa KTP/KK dan Uang Pas Rp18.500
Siapa yang Perlu Membatasi Kopi?
Tidak semua orang dianjurkan mengonsumsi kopi dalam jumlah banyak. Pada sebagian orang, kafein dapat memicu berbagai keluhan seperti:
- Jantung berdebar
- Rasa gelisah atau cemas
- Gangguan tidur
- Masalah lambung
Menurut National Health Service, konsumsi kafein berlebihan dapat menimbulkan efek samping seperti kegelisahan hingga gangguan tidur, terutama pada orang yang sensitif terhadap kafein.
BACA JUGA:Anak Tantrum Saat Gadget Dibatasi? Ini Cara Orang Tua Mengatasinya
Karena itu beberapa kelompok disarankan lebih berhati-hati saat minum kopi selama perjalanan mudik, di antaranya:
- Penderita maag atau GERD
- Orang dengan gangguan kecemasan
- Individu yang sensitif terhadap kafein
Jika tetap ingin minum kopi, sebaiknya konsumsi dalam jumlah terbatas dan tetap diimbangi dengan minum air putih yang cukup serta waktu istirahat yang memadai.
BACA JUGA:Tips Sehat Saat Lebaran: 5 Cara Mencegah Kolesterol Naik Setelah Menyantap Opor Ayam dan Rendang
Tetap Utamakan Istirahat Saat Mudik
Kopi memang dapat membantu mengurangi rasa kantuk untuk sementara waktu, tetapi tidak dapat menggantikan kebutuhan tidur tubuh. Karena itu, selama perjalanan mudik jarak jauh, pemudik dianjurkan untuk beristirahat secara berkala, menjaga hidrasi tubuh, serta memastikan kondisi fisik tetap prima sebelum melanjutkan perjalanan.
Langkah tersebut penting dilakukan agar perjalanan mudik tetap aman, nyaman, dan selamat sampai tujuan.