BACA JUGA:Konser “BTS: The Comeback Live” Jadi Tayangan Terpopuler Netflix di 77 Negara
Insentif Rp. 6 Juta Sehari, Namun Belum Balik Modal
Hendrik juga menjelaskan bahwa insentif sekitar Rp6 juta per hari yang ia sebutkan sebelumnya bukanlah keuntungan bersih.
Ia mengatakan perhitungan tersebut juga tidak berlangsung setiap hari dalam sebulan, melainkan sekitar 24 hari operasional.
Menurutnya, hingga saat ini investasi yang telah dikeluarkan belum kembali sepenuhnya. Ia menegaskan bahwa dana yang diterima merupakan bagian dari kerja sama program, bukan pemberian gratis dari pemerintah.
BACA JUGA:Harga Pangan Nasional Hari Ini: Cabai Rawit Merah Tembus Rp91.700 per Kg, Ayam Ras Rp43.900
BACA JUGA:Jangan Langsung Dimasak, Ini Jenis Makanan Beku yang Sebaiknya Dicairkan Terlebih Dahulu
Minta Maaf kepada Publik
Di tengah kontroversi yang berkembang di media sosial, Hendrik akhirnya menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat. Ia mengaku tidak bermaksud menyinggung siapa pun melalui pernyataannya.
Hendrik juga menyayangkan dirinya menjadi sasaran kritik warganet, padahal menurutnya semua SPPG yang terlibat dalam program tersebut mendapatkan insentif dengan nominal yang sama.
Meski begitu, ia tetap menghargai berbagai kritik yang muncul dan meminta maaf jika ucapannya dianggap menimbulkan kegaduhan di ruang publik.
BACA JUGA:Konser BTS Disaksikan 18,4 Juta Penonton, Jadi Tayangan Terpopuler di Netflix
BACA JUGA:Waspada Modus Penipuan Berkedok Affiliate, Jangan Mudah Tergiur Komisi Besar
Klaim Tetap Jaga Kualitas Menu
Hendrik menegaskan bahwa dapur yang dikelolanya tetap mengutamakan kualitas makanan yang disajikan dalam program pemenuhan gizi.
Ia menyebut pihaknya mampu menyajikan menu dengan kualitas baik meskipun harga yang ditetapkan relatif terjangkau.