Kasus DBD di Sumsel Tembus 687, Empat Warga Dilaporkan Meninggal Dunia
Kasus DBD di Sumsel Tembus 687, Empat Warga Dilaporkan Meninggal Dunia--Net
SILAMPARITV.CO.ID - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Sumatera Selatan hingga Maret 2026 tercatat mencapai 687 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak empat orang dilaporkan meninggal dunia.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Ira Primadesa, menyampaikan bahwa secara umum kasus DBD tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
BACA JUGA:Resahkan Warga, Pria ODGJ di Lubuklinggau Diamankan Setelah Kedapatan Bawa Sajam
“Kasus DBD sejauh ini menurun jika dibandingkan dengan tahun 2025 lalu,” ujarnya.
Meski demikian, angka kasus yang masih ratusan tetap menjadi perhatian serius, terutama terkait adanya korban jiwa di sejumlah daerah.
“Total jumlah kasus DBD sejauh ini yaitu 687 orang,” ungkapnya.
BACA JUGA:PLN Berhasil Amankan Pasokan Listrik Nasional Saat Salat Idulfitri 1447 H
BACA JUGA:PLN Pastikan Listrik Andal di Masjid-Masjid Utama Palembang Jelang Salat Idul Fitri 1447 H
Empat Kasus Kematian di Beberapa Daerah
Ira menjelaskan, dari total kasus tersebut hingga Maret 2026 terdapat empat kasus kematian. Kasus tersebut tersebar di beberapa wilayah di Sumatera Selatan.
“Empat kematian itu masing-masing terjadi di Lubuklinggau dua orang, Ogan Ilir satu orang, dan Banyuasin satu orang,” jelasnya.
BACA JUGA:Jangan Dibuang, Ini 10 Ide Kreatif Memanfaatkan Kaleng Kue Bekas di Rumah
BACA JUGA:Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1 Jaga Operasi Produksi Tetap Aman dan Andal di Momen Lebaran
Selain itu, ia menyebut Palembang menjadi daerah dengan jumlah kasus DBD tertinggi di provinsi tersebut.
“Untuk kabupaten/kota dengan kasus terbanyak yakni Kota Palembang dengan jumlah 243 kasus,” katanya.
BACA JUGA:Kalapas Narkotika Muara Beliti: Nilai Seseorang Ditentukan dari Perubahan dan Integritas
Waspada Cuaca Panas Picu Peningkatan Kasus
Ira juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi lonjakan kasus DBD, terutama menjelang perubahan cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi dalam waktu dekat.
“Cuaca panas ekstrem yang akan terjadi sebentar lagi biasanya akan memicu kenaikan kasus DBD,” ujarnya.
BACA JUGA:Sumsel Kaji WFH Satu Hari per Pekan untuk Tekan BBM dan Kemacetan
BACA JUGA:Hemat BBM , Apakah Sekolah Akan Daring ? Berikut Penjelasan Kemendikdasmen
Menurutnya, kondisi tersebut berkaitan erat dengan peningkatan aktivitas nyamuk penyebab DBD, terutama dalam siklus menggigit dan kemampuan penularannya.
Sumber: