SILAMPARITV.CO.ID - Perusahaan teknologi global Google menyatakan penolakannya terhadap kebijakan pemblokiran menyeluruh akun pengguna di bawah usia 16 tahun sebagaimana diatur dalam PP Tunas di Indonesia. Kebijakan tersebut mewajibkan platform berisiko tinggi, termasuk YouTube, untuk membatasi akses anak mulai 28 Maret 2026.
BACA JUGA:Penjualan Mobil Listrik dan Hybrid Melonjak di Awal 2026, Diwarnai Isu Kenaikan Harga BBM
BACA JUGA:Taylor Swift Luncurkan Single “Elizabeth Taylor”, Hadirkan Video Tribut Penuh Arsip Legendaris
Dalam pernyataan resminya, Google menilai pendekatan pemblokiran total justru berpotensi menghilangkan berbagai fitur perlindungan yang selama ini dirancang khusus untuk pengguna anak dan remaja. Perusahaan menegaskan bahwa anak-anak tetap membutuhkan ruang digital yang aman untuk belajar dan berkembang, bukan sepenuhnya dibatasi.
BACA JUGA:Stok BBM Lubuklinggau Tetap Aman Pasca Lebaran 2026, Pertamina Imbau Warga Tak Panic Buying
Google mengungkapkan telah mengembangkan sistem perlindungan pengguna muda selama lebih dari satu dekade. Fitur seperti akun dengan pengawasan orang tua (supervised accounts), pengaturan waktu layar, hingga kontrol kesejahteraan digital dinilai lebih efektif dibanding larangan menyeluruh.
Meski menolak pemblokiran total, Google tetap menyatakan dukungannya terhadap tujuan pemerintah Indonesia dalam melindungi anak di ruang digital melalui PP Tunas, khususnya pendekatan berbasis penilaian mandiri berbasis risiko (risk-based self-assessment).
“Pendekatan ini memungkinkan perusahaan menghadirkan perlindungan yang sesuai usia dan terintegrasi,” tulis Google Indonesia dalam keterangan resminya.
BACA JUGA:Mulai 1 April 2026, Pembelian BBM Subsidi Wajib Barcode MyPertamina dan Dibatasi
BACA JUGA:Diduga Hendak Cabuli, Remaja di Lubuklinggau Ditangkap
Perusahaan juga menyoroti peran YouTube sebagai sarana pembelajaran terbuka di Indonesia. Platform ini dinilai membantu memperluas akses pendidikan, terutama bagi siswa di wilayah terpencil yang mengandalkan konten digital sebagai sumber belajar.
BACA JUGA:418 Siswa MAN 2 Lubuklinggau Sukses Ikuti Purnawiyata Angkatan XXIX & Wisuda Tahfidz Angkatan VIII
Google memperingatkan bahwa pembatasan akses secara menyeluruh dapat menimbulkan kesenjangan pengetahuan, terutama bagi anak-anak di daerah yang memiliki keterbatasan akses pendidikan formal. Selain itu, ekosistem kreator edukasi atau edukreator di YouTube juga berpotensi terdampak, termasuk kontribusinya terhadap ekonomi digital nasional.
Sebagai alternatif, Google mendorong pendekatan berbasis kesejahteraan digital melalui berbagai program, seperti pelatihan guru, panduan kesehatan digital, serta penguatan komunitas untuk meningkatkan ketahanan digital remaja.
BACA JUGA:Undian Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Cabang Lubuklinggau Meriah Bertabur Hadiah
BACA JUGA:Hati-hati Penipuan, BRI Imbau Masyarakat Waspada Kenali Modus Link Palsu