Lezatnya Pindang Pegagan: Perpaduan Rasa Asam Segar dan Rempah Khas Sumatera Selatan

Sabtu 18-04-2026,10:06 WIB
Reporter : Shinta Triana Dewi
Editor : Shinta Triana Dewi

Secara umum, pindang adalah teknik mengolah ikan dengan cara merebusnya bersama garam dan bumbu tertentu, yang awalnya juga bertujuan sebagai metode pengawetan.

Di wilayah Sungai Musi dan daerah rawa seperti Ogan Ilir, teknik ini berkembang pesat karena melimpahnya ikan air tawar.

BACA JUGA:Infinix Note 60 Ultra Resmi di Indonesia: Desain Pininfarina, Kamera 200 MP, Harga Mulai Rp 10 Jutaan

Pindang Pegagan sendiri berasal dari suku Suku Pegagan, salah satu sub-suku yang mendiami wilayah Ogan Ilir dan Ogan Komering Ilir. Mereka secara historis tinggal di sepanjang aliran Sungai Ogan, terutama di kawasan Tanjung Raja dan Pemulutan.

Pada masa lalu, masyarakat Pegagan banyak hidup di atas rakit atau rumah panggung di tepi sungai. Gaya hidup yang dekat dengan perairan membuat mereka membutuhkan cara memasak yang praktis. Oleh karena itu, bahan-bahan yang digunakan pun sederhana dan mudah dibawa, seperti cabai, bawang, dan terasi.

BACA JUGA:Harga HP Vivo 2026 Terbaru, Ini Seri yang Paling Layak Dibeli

BACA JUGA:DPR RI Komisi XIII Prana Putra Sohe Kunjungi Lapas Narkotika Muara Beliti, Bahas Penguatan Pemasyarakatan

Cita Rasa Tradisional yang Tetap Bertahan

Pindang Pegagan bukan sekadar hidangan, tetapi juga bagian dari identitas budaya masyarakat Sumatera Selatan. Rasa asam segarnya yang khas, berpadu dengan aroma rempah, menjadikan hidangan ini tetap digemari hingga sekarang.

Bagi pecinta kuliner nusantara, mencoba pindang Pegagan adalah cara sederhana untuk menikmati kekayaan tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Kategori :