Terkuak! Kasus Penggelapan Rp. 4,7 Miliar yang Disuarakan Neni Putri

Sabtu 18-04-2026,15:58 WIB
Reporter : Rendi Setiawan
Editor : Rendi Setiawan

Sejak Oktober 2025, terduga pelaku dipercaya untuk mengelola usaha penjualan kopi milik keluarga. Harapannya, ia dapat belajar menjalankan bisnis dan membangun kemandirian ekonomi.

Namun, kepercayaan itu justru diduga disalahgunakan. Pelaku disebut menjual produk di bawah harga standar, serta tidak menyetorkan seluruh hasil penjualan sebagaimana mestinya.

“Seharusnya diserahkan ke keluarga, tapi justru digunakan untuk kepentingan pribadi,” jelas Neni.

Lebih jauh, hasil penyelidikan sementara mengungkap dugaan bahwa dana tersebut digunakan untuk gaya hidup pribadi, termasuk menjalin hubungan dengan wanita lain.

BACA JUGA:6 HP Baru Ramaikan Pasar Indonesia Awal April 2026, Poco X8 Pro Tawarkan Performa dan Desain Premium

BACA JUGA:Sabar/Reza Siap Debut di Piala Thomas 2026, Targetkan Sumbang Poin untuk Indonesia

Kerugian Materi dan Luka Batin

Bagi keluarga, kerugian tidak hanya soal angka miliaran rupiah. Ada luka emosional yang jauh lebih dalam akibat pengkhianatan dari orang yang telah dipercaya sepenuhnya.

Kebaikan yang diberikan mulai dari tempat tinggal, fasilitas, hingga kesempatan usaha justru berbalik menjadi sumber masalah. Meski demikian, Neni memilih tetap kuat dan berdiri di garis depan untuk memperjuangkan keadilan.

BACA JUGA:Harga BBM Non-Subsidi Naik Tajam per 18 April, Pertamax Turbo Tembus Rp19.400 per Liter

BACA JUGA:Setahun Terabaikan, Jalan Longsor di Muara Beliti Akhirnya Ditangani Pemerintah

Proses Hukum Masih Berjalan

Saat ini, Satreskrim Polres Kepahiang masih terus melakukan pendalaman kasus. Pemeriksaan terhadap saksi-saksi berlangsung untuk mengungkap secara detail alur dugaan penggelapan.

Pihak kepolisian juga menelusuri aset milik terduga pelaku guna mengetahui aliran dana yang diduga berasal dari hasil kejahatan tersebut.

Dari hasil sementara, dugaan penggelapan terjadi sejak Oktober 2025 dengan total sembilan transaksi penjualan. Namun, nilai kerugian dalam setiap transaksi berbeda-beda, sehingga total kerugian masih dalam proses penghitungan ulang.

“Karena nominalnya tidak sama, kemungkinan jumlah kerugian bisa berubah, baik berkurang maupun bertambah,” ungkap pihak kepolisian.

Kategori :