Darurat Tuberkulosis di Indonesia: 14 Nyawa Melayang Setiap Jam

Darurat Tuberkulosis di Indonesia: 14 Nyawa Melayang Setiap Jam

Darurat Tuberkulosis di Indonesia: 14 Nyawa Melayang Setiap Jam--ist

Strategi Pencegahan dan Penanggulangan

Pemerintah menargetkan eliminasi TB pada tahun 2030 dengan berbagai strategi, antara lain:

  • Deteksi dini kasus TB.
  • Pengobatan preventif untuk kelompok berisiko (anak di bawah lima tahun, penderita HIV, lansia, tenaga kesehatan).
  • Penguatan layanan kesehatan agar akses pengobatan lebih mudah.
  • Promosi kesehatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.
  • Pengendalian infeksi di fasilitas kesehatan, termasuk penggunaan masker N95, pengaturan ventilasi, dan edukasi tenaga kesehatan.

BACA JUGA:Film Animasi Nasional Merah Putih: One For All Batal Tayang, Publik Heboh di Media Sosial

BACA JUGA:Spesifikasi Higer Coach 12 M: Bus Listrik Modern untuk Rute Jarak Jauh, Hadir di Layanan PO Sumber Alam

Akses Pengobatan dan Harapan Eliminasi

Kabar baiknya, pengobatan TB tersedia gratis di fasilitas kesehatan yang ditunjuk pemerintah. Pasien yang patuh menjalani terapi memiliki peluang sangat tinggi untuk sembuh total.

“Eliminasi TB bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat. Kesadaran akan gejala, kepatuhan berobat, dan dukungan lingkungan menjadi kunci memutus rantai penularan,” kata dr. Santi.

 

Kesimpulan

TB masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Dengan jumlah kasus yang sangat tinggi dan risiko kematian yang besar, kerja sama antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat sangat penting. Pencegahan, deteksi dini, dan kepatuhan berobat akan menjadi kunci menuju target Indonesia bebas TB tahun 2030.

BACA JUGA:Kabar Duka: Mpok Alpa Meninggal Dunia, Artis Tanah Air Berduka dan Bersaksi Mendiang Orang Baik.

Sumber: