Dokter Ingatkan Bahaya Intermittent Fasting bagi Kelompok Tertentu
Dokter Ingatkan Bahaya Intermittent Fasting bagi Kelompok Tertentu--foto: ist
BACA JUGA:Lapas Narkotika Muara Beliti Ikuti Rilis Rapor Ombudsman RI, Perkuat Komitmen Pelayanan Publik
Kelompok yang Tidak Disarankan Berpuasa
Rajan menekankan bahwa intermittent fasting dapat menimbulkan dampak negatif pada kelompok tertentu. Ibu hamil, perempuan dengan menstruasi berat, anak-anak, lansia, serta individu yang rutin mengonsumsi obat perlu berhati-hati sebelum mencoba pola ini.
Selain itu, penderita diabetes, gangguan hormon, gangguan metabolisme, maupun masalah penyerapan nutrisi juga tidak dianjurkan menjalani puasa berkala tanpa pengawasan medis.
“Dalam kondisi tersebut, puasa justru bisa menjadi langkah yang keliru,” tegasnya.
BACA JUGA:Sambut Ramadhan, Lapas Narkotika Muara Beliti Gelar Rapat Koordinasi Penguatan Tugas dan Pengamanan
BACA JUGA:Dukung Kiprah Perempuan NU, Kalapas Narkotika Muara Beliti Hadiri Pelantikan PC Muslimat NU
Risiko yang Jarang Dibicarakan
Sebuah studi besar yang dilakukan di Amerika Serikat dan China menemukan bahwa orang yang membatasi waktu makan kurang dari delapan jam per hari memiliki risiko kematian akibat penyakit jantung lebih tinggi dibandingkan mereka yang makan dalam rentang 12 hingga 14 jam.
Temuan ini mengindikasikan bahwa pembatasan waktu makan yang terlalu ketat berpotensi berdampak buruk pada kesehatan jantung.
Penelitian lain yang dilakukan di India terhadap hewan percobaan juga menunjukkan bahwa intermittent fasting dapat memengaruhi hormon estrogen. Perubahan hormon tersebut berpotensi berdampak pada sistem reproduksi, termasuk gangguan siklus menstruasi, kesuburan, kehamilan, dan proses menyusui. Hal ini dinilai penting untuk diperhatikan, terutama oleh perempuan usia produktif.
BACA JUGA:MAN 1 Model Lubuk Linggau Lakukan Kunjungan Edukasi Jurnalistik di Graha Pena Linggau
BACA JUGA:Pemkot Lubuk Linggau Hadiri Peletakan Batu Pertama Perluasan Gereja Katolik Penyelenggara Ilahi
Klarifikasi soal Detoks dan “Leaky Gut”
Intermittent fasting juga kerap dikaitkan dengan klaim detoksifikasi tubuh. Rajan menegaskan bahwa detoks bukanlah terapi medis yang diakui secara ilmiah. Istilah tersebut, menurutnya, sering digunakan sebagai strategi pemasaran untuk menggambarkan kebiasaan sederhana seperti tidak makan terus-menerus.
Sumber: