Dokter Ingatkan Bahaya Intermittent Fasting bagi Kelompok Tertentu
Dokter Ingatkan Bahaya Intermittent Fasting bagi Kelompok Tertentu--foto: ist
Memberi jeda pada sistem pencernaan memang dapat membantu mengurangi keluhan seperti perut kembung akibat sisa makanan. Namun, hal itu tidak berarti tubuh sedang menjalani proses “detoks” khusus.
Ia juga menyinggung istilah “leaky gut” yang sering dikaitkan dengan puasa. Rajan menegaskan bahwa kondisi tersebut bukan diagnosis medis resmi. Biasanya, istilah itu merujuk pada gejala gangguan lain seperti Irritable Bowel Syndrome (IBS) atau penyakit radang usus, dengan keluhan berupa kembung, nyeri perut, diare, sembelit, hingga asam lambung.
BACA JUGA:Dugaan Kebocoran 58 Juta Data Siswa Ramai di X, Mendikdasmen Tegaskan Tak Ada Pelanggaran Sistem
Perlu Disesuaikan dengan Kondisi Individu
Pada akhirnya, Rajan menegaskan bahwa intermittent fasting bukan pola makan yang aman dan efektif bagi semua orang. Setiap individu memiliki kebutuhan dan kondisi kesehatan yang berbeda, sehingga pola makan sebaiknya disesuaikan secara personal dan tidak semata-mata mengikuti tren.
Pendekatan terbaik adalah memahami kondisi tubuh masing-masing serta berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum melakukan perubahan pola makan yang signifikan.
Sumber: