Puan Maharani: Polri Harus Alami Transformasi Menyeluruh agar Dipercaya Publik
Puan Maharani: Polri Harus Alami Transformasi Menyeluruh agar Dipercaya Publik--ist
“Masalahnya kultural ini, polisi kehilangan kultur pengabdian. Aturan sudah bagus, instrumen sudah ada, tapi kulturnya yang buruk. Kesan masyarakat, polisi itu memeras, membeking, dan tidak ada meritokrasi. Siapa yang mau dapat jabatan harus dekat dengan pimpinan atau membayar,” kata Mahfud dalam kanal Youtube Mahfud MD Official.
BACA JUGA:Sinopsis Film Frankenstein 2025, Adaptasi Klasik Mary Shelley Versi Guillermo Del Toro
BACA JUGA:Tron: Ares Hadir Oktober 2025, Jared Leto Jadi Sosok AI Misterius
Mahfud menilai kultur negatif inilah yang membuat banyak polisi baik sulit berkembang. Ia menekankan, reformasi Polri harus berfokus pada perubahan budaya agar benar-benar dirasakan masyarakat.
Mahfud sendiri menyatakan siap bergabung dengan Komite Reformasi Kepolisian yang akan dibentuk Presiden Prabowo Subianto. Kesediaannya itu ia sampaikan langsung kepada Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya pada pertemuan Selasa (16/9/2025).
“Saya menyetujui seluruh rencana Pak Prabowo untuk reformasi dan saya bisa ikut membantu dalam tim reformasi Polri,” ujar Mahfud.
BACA JUGA:Dia Bukan Ibu: Horor Misteri Keluarga Adaptasi Thread Viral, Tayang 25 September 2025
BACA JUGA:Demonstrasi di Jakarta, Kamis 25 September 2025: Tiga Lokasi Utama, Ribuan Personel Dikerahkan
Reformasi Jadi Agenda Bersama
Dengan berbagai pandangan tersebut, reformasi Polri kini menjadi agenda nasional yang membutuhkan komitmen semua pihak. Baik eksekutif, legislatif, maupun masyarakat diharapkan dapat mengawal agar institusi kepolisian semakin dipercaya publik.
BACA JUGA:Parkir Tanpa Harian! 2027 Biaya Parkir di Makassar Masuk STNK
Sumber: