Anak Tak Sering Curhat Bukan Tak Sayang, Psikologi Ungkap Alasannya

Anak Tak Sering Curhat Bukan Tak Sayang, Psikologi Ungkap Alasannya

Anak Tak Sering Curhat Bukan Tak Sayang, Psikologi Ungkap Alasannya--ist

Empati terhadap orang tua sering menjadi alasan yang jarang disadari. Ada kekhawatiran bahwa cerita tentang kegagalan, tekanan kerja, atau masalah pribadi justru akan membuat orang tua cemas atau terbebani.

Psikologi keluarga menyebut sikap ini sebagai protective silence, yakni memilih diam demi menjaga ketenangan emosional orang lain. Dalam konteks ini, diam justru lahir dari kepedulian, bukan jarak.

BACA JUGA:AI Jadi Penentu Daya Saing Global, Ini Pesan Tegas CEO Nvidia

BACA JUGA:Jangan Asal Makan! Ini 7 Makanan yang Tidak Dianjurkan Dikonsumsi Bersama Durian

3. Bagian dari Proses Pendewasaan Psikologis

Memasuki fase dewasa, seseorang secara alami berusaha membangun identitas yang mandiri, termasuk dalam mengelola emosi. Curhat kepada orang tua terkadang dipersepsikan secara tidak sadar sebagai bentuk ketergantungan yang ingin dikurangi.

Dalam teori individuation, menjaga jarak emosional tertentu adalah proses normal untuk menjadi pribadi yang otonom secara psikologis.

BACA JUGA:Ketahuan Nyolong Sawit, Pria di Musi Rawas Dipaksa Pikul Tandan Keliling Desa

BACA JUGA:Dorong Motor Curian Sekitar 50 Meter, Maling di Lubuklinggau Tertangkap Warga

4. Pengalaman Komunikasi yang Kurang Nyaman di Masa Lalu

Sebagian orang berhenti terbuka karena pengalaman sebelumnya: merasa tidak didengarkan, sering dinasihati berlebihan, atau dibandingkan dengan orang lain.

Psikologi komunikasi menyebut kondisi ini sebagai emotional mismatch, yaitu ketidaksesuaian antara kebutuhan untuk didengar dengan respons yang diterima. Lama-kelamaan, diam terasa lebih aman daripada berbagi.

BACA JUGA:Sepatu Lari Butuh Istirahat, Agar Tetap Aman dan Awet

BACA JUGA:Mitsubishi Pajero Sport Diesel 2015 Bekas: Update Harga dan Daya Tariknya

5. Gaya Kepribadian yang Lebih Reflektif

Sumber: