Wali Kota di Jepang Mundur Akibat Dugaan Ijazah Palsu, Wisata Kota Terdampak.

Wali Kota di Jepang Mundur Akibat Dugaan Ijazah Palsu, Wisata Kota Terdampak.

Wali Kota di Jepang Mundur Akibat Dugaan Ijazah Palsu, Wisata Kota Terdampak.--ist

SILAMPARITV.CO.ID - Skandal pemalsuan ijazah mengguncang dunia politik lokal Jepang setelah Maki Takubo, Wali Kota Ito di Prefektur Shizuoka, mengumumkan pengunduran dirinya pada Selasa, 8 Juli 2025. Keputusan ini diambil menyusul munculnya dugaan bahwa Takubo memalsukan latar belakang pendidikannya.

BACA JUGA:Dituduh Curi Bawang, Anak Yatim 12 Tahun di Palembang Dianiaya Tetangga hingga Trauma Berat.

BACA JUGA:Bejat! Temukan Video Tak Senonoh di HP Putri, Ayah Kandung di Mukomuko Malah Lakukan Pencabulan.

Takubo sebelumnya mengklaim bahwa ia adalah lulusan Universitas Toyo. Namun, penyelidikan internal menemukan bahwa ia sebenarnya telah dikeluarkan dari universitas tersebut. Skandal ini mencuat setelah informasi kelulusan Takubo dicantumkan dalam majalah hubungan masyarakat milik pemerintah kota, yang kemudian dikonfirmasi tidak akurat.

BACA JUGA:Cara Mencairkan BSU Rp. 600.000 untuk Pekerja Non-Nasabah BRI, BNI, Mandiri, dan BTN.

BACA JUGA:Dari Limbah Jadi Cuan, Pria Ini Raup Rp. 3,6 Juta/Bulan dari Jual Cangkang Telur.

“Saya menyebabkan ketidaknyamanan karena alasan pribadi,” ujar Takubo dalam permintaan maaf singkatnya pada rapat kebijakan bersama para pejabat kota. Permintaan maaf lebih formal disampaikan pada malam hari kepada sekitar 100 staf di ruang konferensi balai kota.

BACA JUGA:4 Cincin Nyangkut di Kemaluan Pria di Ciamis, Damkar dan RSUD Lakukan Evakuasi Selama 45 Menit.

BACA JUGA:Iseng Tepuk Bokong Mahasiswi, Jukir Liar di Makassar Ditangkap Polisi.

Takubo juga meminta maaf kepada masyarakat melalui situs web resmi kota Ito. Namun, dampak dari skandal ini mulai terasa. Beberapa agen wisata disebutkan telah membatalkan tur ke kota tersebut, yang dikenal sebagai salah satu destinasi resor sumber air panas populer di Jepang.

BACA JUGA:Tak Puas dengan Hasil Otopsi di Indonesia, Keluarga Juliana Marins Lakukan Otopsi Kedua di Brasil.

BACA JUGA:FLS3N Tingkat Kota Lubuk Linggau, Wadah Emas untuk Mengasah Bakat Seni Pelajar.

“Kami ingin menyelesaikan perpecahan dan kebingungan di kota ini sesegera mungkin,” kata Tsuyoshi Chikamochi, Kepala Departemen Perencanaan Kota, kepada wartawan. Ia juga menambahkan bahwa beberapa agen wisata secara langsung menyatakan ketidakinginan mereka untuk mengunjungi Ito.

BACA JUGA:Diduga dalam Pengaruh Alkohol, Mobil Polisi Tabrak Enam Warga di Dompu.

Sumber:

Berita Terkait