Aksi Brutal dan Pelarian
Sempat menjadi sasaran amuk massa, Hariz berhasil melarikan diri dengan motornya. Ia kabur jauh hingga ke Yogyakarta sebelum akhirnya bersembunyi di rumah pamannya di Semarang.
Namun pelariannya tak berlangsung lama. Polisi yang memburunya akhirnya berhasil menangkapnya di sebuah gang sempit. Dalam penangkapan itu, Hariz tampak digiring petugas dengan tangan diborgol dan wajah dingin tanpa ekspresi.
“Saya tahu saya salah dan sudah bunuh orang,” akunya singkat saat diamankan.
BACA JUGA:7 Hari Jenazah Nazwa Aliya Tertahan di Kamboja, Ibu Tak Mampu Tebus Rp. 138 Juta.
BACA JUGA:9 Cara Menghemat Baterai HP Android Agar Tidak Boros
Dugaan Pembunuhan Berencana
Meski Hariz berdalih aksinya spontan karena emosi, pengakuannya justru menunjukkan hal berbeda. Fakta bahwa ia membawa pisau dari awal dan sengaja mencari ODGJ untuk dijadikan korban, membuat penyidik mendalami kemungkinan adanya unsur pembunuhan berencana.
Hal ini bisa memperberat ancaman hukuman yang dijatuhkan kepadanya.
BACA JUGA:Tips Memisahkan Daging Sapi dan Kambing dari Tulangnya, Mudah Dilakukan
BACA JUGA:12 HP Vivo Terbaru 2025 dengan Kamera 50MP, AMOLED & Baterai Besar
Respons Publik
Kasus ini sontak memicu keprihatinan publik. Selain menyoroti kejiwaan dan motif pelaku, tragedi ini juga mengingatkan kembali akan pentingnya perlindungan bagi ODGJ yang kerap menjadi kelompok rentan di masyarakat.
Polisi masih terus melakukan pemeriksaan intensif terhadap Hariz, termasuk kemungkinan adanya motif lain di balik pembunuhan sadis ini.
BACA JUGA:Resep Soto Sapi Santan Khas Nusantara: Olahan Daging Kurban yang Menggugah Selera
BACA JUGA:Resep Sambal Terasi yang Pedas Nagih, Bikin Lahap Makan!