Otoritas Gaza Ungkap Dugaan Pencurian Organ oleh Tentara Israel

Kamis 23-10-2025,14:30 WIB
Reporter : Rendi Setiawan
Editor : Rendi Setiawan

BACA JUGA:Buntut Salah Tangkap Ketua NasDem Sumut, Empat Anggota Polrestabes Medan Dipatsus Propam.

Desakan Bentuk Komite Internasional

Menyikapi temuan tersebut, pejabat Palestina menyerukan kepada masyarakat internasional, organisasi hak asasi manusia (HAM), dan lembaga PBB untuk segera membentuk komite investigasi internasional independen. Tujuannya, untuk meminta pertanggungjawaban Israel atas pelanggaran serius terhadap jenazah para korban dan dugaan pencurian organ.

Menurut Kampanye Nasional Palestina untuk Pengambilan Jenazah Martir, saat ini Israel masih menahan sedikitnya 735 jenazah warga Palestina, termasuk 67 anak-anak.

Sementara itu, laporan media Israel Haaretz menyebut bahwa hampir 1.500 jenazah warga Gaza disimpan di pangkalan militer Sde Teiman di Gurun Negev, Israel selatan.

BACA JUGA:Hari Santri Nasional 2025 di Lubuk Linggau, Wali Kota Rachmat Hidayat Serukan Semangat Santri untuk Indonesia.

BACA JUGA:DPMPTSP Sumsel Tingkatkan Pelayanan Publik Lewat Program LAKSAN-SAPA 2025 di Lubuk Linggau

Konteks Perjanjian dan Konflik Terbaru

Di tengah meningkatnya ketegangan, pihak Hamas sebelumnya telah membebaskan 20 sandera Israel yang masih hidup dan menyerahkan jenazah 10 tawanan lainnya, sebagai bagian dari perjanjian gencatan senjata yang ditengahi oleh pihak internasional.

Sebagai imbalan, Israel setuju membebaskan hampir 2.000 tahanan Palestina. Kesepakatan ini disebut-sebut merupakan bagian dari rencana 20 poin yang diusulkan Presiden AS Donald Trump, yang mencakup pembangunan kembali Gaza dan pembentukan pemerintahan baru tanpa Hamas.

Namun, di balik kesepakatan itu, aksi kekerasan di lapangan belum benar-benar berhenti. Serangan udara dan operasi militer Israel di Gaza terus menelan korban.

BACA JUGA:Polisi Tangkap Pemuda di Musi Rawas Pelaku Persetubuhan Anak di Bawah Umur, Terancam Hukuman Berat.

BACA JUGA:Perjuangan Istri Tak Dihargai, Melda Safitri Diceraikan Suami Usai Lolos PPPK.

Korban Jiwa Meningkat Tajam

Sejak konflik besar pecah pada Oktober 2023, data otoritas Gaza menunjukkan sedikitnya 68.000 warga Palestina tewas, sebagian besar wanita dan anak-anak. Ratusan ribu lainnya luka-luka dan kehilangan tempat tinggal.

Kondisi ini membuat wilayah Gaza kini sebagian besar tidak layak huni, dengan infrastruktur hancur, akses air bersih terbatas, dan sistem kesehatan nyaris lumpuh.

Kategori :