BACA JUGA:Lisa BLACKPINK Diincar Disney Jadi Rapunzel di Film Live Action Tangled!
Jenis -Jenis Aritmia
dr. Beny Hartono menjelaskan, ada tiga jenis utama aritmia yang paling sering ditemukan pada pasien:
1. Bradikardia
Kondisi ini ditandai dengan detak jantung kurang dari 60 kali per menit.
Penyebabnya bisa karena gangguan pada sistem kelistrikan jantung atau efek obat-obatan tertentu.
Penanganan:
Penderita bradikardia berat mungkin memerlukan alat pacu jantung (pacemaker) untuk menstimulasi aktivitas listrik jantung agar tetap normal.
2. Takikardia
Sebaliknya, takikardia terjadi ketika jantung berdetak terlalu cepat, lebih dari 100–150 kali per menit. Dalam kondisi ini, jantung hanya bergetar dan tidak mampu memompa darah dengan efektif.
Penanganan:
Pemberian obat antiaritmia untuk menormalkan detak jantung.
Jika tidak membaik, dokter dapat melakukan kardioversi listrik (menggunakan kejutan listrik untuk menstabilkan irama jantung).
3. Fibrilasi Atrium
Jenis aritmia ini paling sering terjadi dan paling berbahaya. Detak jantung menjadi sangat tidak teratur, menyebabkan penggumpalan darah di jantung yang dapat memicu stroke atau kematian mendadak.
Penanganan:
- Pemberian obat pengencer darah untuk mencegah stroke.
- Prosedur ablasi jantung untuk menghancurkan jaringan yang menyebabkan gangguan irama.
- Pemantauan jangka panjang oleh dokter spesialis jantung.