Mau Cuan? Ini Perbandingan Investasi Emas dan Saham

Senin 12-01-2026,11:20 WIB
Reporter : Rendi Setiawan
Editor : Rendi Setiawan

Perencana Keuangan MRE, Andi Nugroho, menambahkan bahwa emas memiliki keunggulan lain, seperti likuid, mudah diperjualbelikan, serta berpotensi terus naik seiring kondisi ekonomi dan geopolitik global yang belum stabil.

BACA JUGA:Unik! Aktivitas Diam 90 Menit Masuk Kategori Olahraga di Korea Selatan

BACA JUGA:Jumlah Pemain Meledak, Server Game TheoTown Kewalahan Diserbu Gamer Indonesia

“Karena sifatnya yang likuid, emas juga bisa menjadi dana darurat,” ujarnya.

Meski demikian, emas memiliki risiko kehilangan karena ukurannya kecil dan rawan pencurian jika disimpan di rumah tanpa pengamanan khusus.

Agar cuan berinvestasi emas, Andi menyarankan investor memastikan harga jual kembali lebih tinggi dari harga beli. Jika dana terbatas, investasi emas bisa dilakukan dengan menabung terlebih dahulu atau membeli emas dalam kepingan kecil secara bertahap.

BACA JUGA:Begal Beraksi di Jalan Poros Lubuklinggau, Mahasiswa Terluka dan Kehilangan Motor

BACA JUGA:Kecelakaan Tunggal di Muara Beliti, L300 Terjun ke Parit Usai Ban Pecah

Saham: Potensi Cuan Tinggi, Risiko Lebih Besar

Sementara itu, Mike menjelaskan bahwa kelebihan investasi saham adalah potensi keuntungan yang lebih besar karena investor bisa mendapatkan capital gain sekaligus dividen. Selain itu, saham tersedia di berbagai sektor industri sehingga memungkinkan diversifikasi lebih luas.

“Dari satu jenis aset ini saja, kita bisa mendiversifikasi saham dari sektor yang berbeda-beda,” katanya.

Namun, Andi mengingatkan bahwa saham memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan emas, serta fluktuasi harga yang tajam. Selain itu, transaksi saham hanya bisa dilakukan pada jam perdagangan bursa dan membutuhkan pemahaman yang cukup mendalam.

“Saham kurang cocok bagi investor dengan profil risiko moderat, apalagi konservatif,” ujarnya.

Agar cuan dari saham, Andi menyarankan investor memiliki profil risiko agresif, memilih saham dengan fundamental kuat dan likuid, serta tidak hanya berinvestasi pada satu emiten.

Diversifikasi bisa dilakukan dengan membeli saham dari tiga hingga tujuh emiten di sektor industri yang berbeda. Jika dana terbatas, investor juga bisa menerapkan strategi dollar cost averaging, yakni membeli saham sedikit demi sedikit secara berkala.

BACA JUGA:Kakek di Lubuklinggau Diserang Orang Tak Dikenal Seusai Pulang dari Masjid

Kategori :