Sementara itu, Kepala Desa Balongjeruk Imam Syafii menyampaikan terima kasih atas respons cepat dan pendampingan dari Kanwil Kemenkumham Jawa Timur. Menurutnya, sertifikat hak cipta ini menjadi motivasi besar bagi masyarakat desa untuk terus berkreasi dan mengembangkan potensi lokal.
“Ini menjadi penyemangat bagi warga kami untuk terus berkarya. Perlindungan hak cipta juga membuka peluang peningkatan ekonomi desa,” ujar Imam Syafii.
BACA JUGA:Truk Muatan Kerupuk Senggol Gapura di Lubuklinggau, Sopir Diminta Bayar Rp. 40 Juta
BACA JUGA:Sopir Truk Kerupuk Hadapi Beban Berat, Aliansi Solidaritas Buka Donasi Kemanusiaan
Patung Macan Putih merupakan hasil karya Suwari, seniman lokal yang telah menekuni dunia seni rupa sejak tahun 1980-an. Proses pembuatan patung dilakukan secara mandiri selama kurang lebih 18 hingga 19 hari, dengan biaya sekitar Rp. 3,5 juta yang bersumber dari dana pribadi kepala desa.
Sejak dipasang pada Desember 2025, patung tersebut langsung menarik perhatian publik dan viral di media sosial. Bentuknya yang dianggap menyerupai hewan lain memunculkan berbagai tanggapan, mulai dari kritik hingga apresiasi. Namun, viralitas tersebut justru membawa dampak positif bagi Desa Balongjeruk.
BACA JUGA:Terdesak Ekonomi, Pemuda Gondrong Edarkan Sabu Antar Kecamatan di Lubuklinggau
BACA JUGA:Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti Hadiri Acara Pisah Sambut Kepala Kejaksaan Negeri Musi Rawas
Area sekitar patung kini berkembang menjadi ruang publik yang ramai dikunjungi. Masyarakat memanfaatkannya sebagai lokasi berfoto, sementara pedagang kaki lima dan pelaku UMKM mulai bermunculan dengan menjual makanan, minuman, serta suvenir bertema Macan Putih.
Menariknya, patung ini bahkan pernah ditawar hingga Rp. 180 juta oleh pihak luar daerah. Meski demikian, pemerintah desa menolak tawaran tersebut demi mempertahankan Patung Macan Putih sebagai ikon dan kebanggaan Desa Balongjeruk.
BACA JUGA:BSI Lubuklinggau Gelar Priority Gathering Golden Step Into The Future, Perkenalkan Tabungan Emas
BACA JUGA:Insiden Tengah Malam, Dua Truk Bertabrakan di Muara Beliti Musi Rawas