SILAMPARITV.CO.ID - Kebiasaan minum segelas air putih hangat saat bangun tidur kerap dipercaya mampu melancarkan buang air besar (BAB), mengurangi kembung, hingga membuat tubuh terasa lebih segar. Praktik ini juga sering dikaitkan dengan tradisi kesehatan Asia Timur yang diyakini membantu menjaga sistem pencernaan tetap optimal dan bahkan memperpanjang usia.
Lantas, benarkah minum air hangat di pagi hari memang bisa membantu melancarkan BAB?
BACA JUGA:Nikmatnya Laksan Udang Satang, Sajian Khas Palembang yang Kaya Protein untuk Menu Buka Puasa
BACA JUGA:PLN–DPR RI Tinjau Progres Listrik Desa Pulau Semambu, 4,63 Km Jaringan Rampung Jangkau Lima Dusun
Berakar dari Pengobatan Tradisional Timur
Kebiasaan ini telah lama dikenal dalam praktik Traditional Chinese Medicine (TCM). Ahli gizi sekaligus edukator TCM, Zoey Xinyi Gong, menjelaskan bahwa dalam konsep TCM, tubuh tidak menyukai sesuatu yang terlalu dingin.
“Dalam TCM, kami tidak menyukai sesuatu yang dingin untuk tubuh karena dianggap mengganggu api pencernaan,” ujarnya, seperti dikutip dari SELF Magazine, Senin (2/3/2026).
Menurutnya, air hangat justru membantu “menyalakan” sistem pencernaan sejak pagi hari. Ia menambahkan, konsumsi minuman dingin dalam jangka panjang diyakini dapat menyebabkan stagnasi dalam sistem cerna dan memicu gangguan seperti kembung maupun masalah pencernaan lainnya.
Di Tiongkok, minum air hangat bukan sekadar tren, melainkan bagian dari kebiasaan sehari-hari.
BACA JUGA:Tabrakan Maut Truk Logging vs Pikap di Jalur Alternatif PALI–Musi Rawas, Satu Orang Tewas
BACA JUGA:Penukaran Uang Baru BI 2026 Periode 2 Kian Dekat, Simak Jadwal dan Tata Caranya
Bagaimana dari Sisi Ilmiah?
Meski populer, Gong mengakui belum ada penelitian khusus yang secara langsung membuktikan bahwa minum air hangat di pagi hari pasti memperlancar BAB.
“Secara ilmiah, tidak ada jawaban langsung atau bukti konkret yang secara spesifik meneliti hal ini,” katanya.
Namun secara fisiologis, ada beberapa penjelasan yang masuk akal. Pertama, air membantu melunakkan feses. Dehidrasi merupakan salah satu faktor risiko sembelit, sehingga mencukupi kebutuhan cairan memang penting untuk menjaga kelancaran BAB.