BACA JUGA:Netflix Rilis Teaser “BTS The Comeback Live: ARIRANG”, Comeback BTS Siap Tayang 21 Maret 2026
Beberapa Makanan yang Sebaiknya Dihindari
Untuk menjaga kesehatan pencernaan selama puasa, ada beberapa jenis makanan yang sebaiknya dibatasi saat berbuka, di antaranya:
- Makanan tinggi gula seperti kue manis yang dapat memicu lonjakan gula darah.
- Makanan berlemak tinggi, misalnya gorengan yang dapat memperberat kerja pencernaan dan meningkatkan kolesterol.
- Makanan bergas, seperti nangka, kembang kol, brokoli, kubis, jamur, serta minuman bersoda yang dapat menyebabkan perut kembung.
- Makanan asam, seperti jeruk, mangga muda, acar, pempek, yogurt, dan beri-berian yang dapat memicu naiknya asam lambung.
- Makanan pedas yang berpotensi mengiritasi lambung.
BACA JUGA:Mengantuk Saat Salat Tarawih? Dokter Ungkap Penyebabnya dari Pola Buka Puasa
BACA JUGA:Manfaatkan Situasi Tawuran, Remaja di Lubuklinggau Curi Motor dan Jual Rp. 2 Juta
Makan Secara Perlahan dan Cukupi Cairan
Sebagai alternatif, Toto merekomendasikan makanan berkuah seperti sup karena lebih mudah dicerna dan membantu metabolisme tubuh setelah berpuasa.
Ia juga mengingatkan agar makanan dikunyah dengan baik dan dimakan secara perlahan agar sistem pencernaan tidak “kaget”.
Selain itu, kebutuhan cairan tubuh juga harus diperhatikan dengan pola 2-4-2, yaitu:
- 2 gelas saat berbuka
- 4 gelas sepanjang malam
- 2 gelas saat sahur
Total cairan yang disarankan sekitar 1,5 hingga 2 liter atau delapan gelas air per hari.
BACA JUGA:Kecelakaan di Jalan Tugumulyo Lubuklinggau, Pensiunan PNS Asal Musi Rawas Meninggal Dunia
Kunci Berbuka Puasa yang Sehat
Lailatul Muniroh menekankan pentingnya mengikuti pola makan seimbang dengan konsep “Isi Piringku”, serta menghindari makan berlebihan.
Dengan menjaga keseimbangan nutrisi, membatasi gula dan lemak, serta mencukupi kebutuhan cairan, tubuh dapat tetap sehat dan bugar selama menjalani ibadah puasa Ramadan.