Selain memicu perbandingan sosial, penggunaan media sosial secara intens juga dapat memunculkan fenomena Fear of Missing Out (FOMO).
FOMO adalah perasaan takut tertinggal informasi, tren, atau aktivitas sosial yang sedang terjadi di lingkungan pertemanan.
Remaja yang mengalami FOMO sering merasa cemas ketika tidak mengikuti perkembangan terbaru atau tidak ikut terlibat dalam percakapan digital bersama teman-temannya.
BACA JUGA:Ratusan Pelajar Ikuti Tes TIU & TWK Seleksi Calon Paskibraka Kota Lubuklinggau Tahun 2026
Berpengaruh pada Kualitas Tidur
Dampak lain yang kerap muncul dari penggunaan media sosial berlebihan adalah gangguan tidur.
Kebiasaan menggunakan gawai hingga larut malam, terutama sebelum waktu tidur, dapat menurunkan kualitas istirahat. Hal ini pada akhirnya juga memengaruhi konsentrasi dan produktivitas keesokan harinya.
BACA JUGA:DPRD Lubuk Linggau Gelar Rapat Paripurna, Tetapkan 13 Raperda dalam Propemperda 2026
Media Sosial Juga Punya Dampak Positif
Meski memiliki berbagai risiko, Teresa menegaskan bahwa media sosial tidak selalu berdampak negatif.
Banyak remaja yang memanfaatkannya sebagai sarana belajar, membangun komunitas, hingga mengekspresikan kreativitas.
“Masalah muncul ketika penggunaannya tidak seimbang dan tidak terkelola,” ujar psikolog yang akrab disapa Tesya tersebut.
BACA JUGA:Hati-Hati! Bintik Hitam di Botol Minum Bisa Jadi Tanda Jamur dan Bakteri
BACA JUGA:DPRD Kota Lubuk Linggau Gelar Paripurna Tanggapan Eksekutif Terhadap 5 Raperda
Peran Orang Tua Sangat Penting
Teresa menilai bahwa peran orang tua dan lingkungan sekitar sangat penting dalam membantu remaja menggunakan media sosial secara sehat.