Kasus Campak Masih Tinggi, Kemenkes Ingatkan Risiko Infeksi Ulang dan Pentingnya Vaksinasi

Sabtu 04-04-2026,10:12 WIB
Reporter : Shinta Triana Dewi
Editor : Shinta Triana Dewi

SILAMPARITV.CO.ID - Penyakit Campak masih menjadi ancaman kesehatan di Indonesia. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan bahwa penyakit ini tidak hanya menyerang anak-anak, tetapi juga dapat menginfeksi orang dewasa, bahkan berulang kali jika kekebalan tubuh menurun.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menjelaskan bahwa campak termasuk penyakit menular yang memungkinkan seseorang terinfeksi lebih dari sekali.

“Penyakit menular, termasuk campak, bisa menginfeksi berulang pada setiap orang,” ujarnya.

BACA JUGA:QRIS Mendunia: Kini Bisa Dipakai di Korea Selatan, Ini Daftar Negara Lainnya

BACA JUGA:Guru BK di Lubuklinggau Diseret ke Meja Hijau, Dituntut 7 Tahun

Imunisasi Tetap Jadi Perlindungan Utama

Aji menegaskan, imunisasi tetap menjadi langkah penting dalam melindungi masyarakat dari campak, meskipun tidak memberikan perlindungan 100 persen.

Menurutnya, imunisasi campak-rubella (MR) diberikan dua kali, yaitu pada usia 9 bulan dan 18 bulan. Dosis pertama memberikan perlindungan sekitar 85 persen, sementara dosis kedua meningkatkan efektivitas hingga lebih dari 97 persen.

“Idealnya, imunisasi dapat menurunkan risiko sakit berat maupun kematian jika seseorang tetap terinfeksi,” jelasnya.

Selain itu, Kemenkes juga mengintensifkan program Outbreak Response Immunization (ORI) dan imunisasi kejar untuk mengendalikan kejadian luar biasa (KLB) campak.

BACA JUGA:Update Harga Emas Antam 4 April 2026: Stabil di Rp2,857 Juta per Gram Setelah Penurunan Tajam

BACA JUGA:TKA 2026 Tetap Jalan, Sekolah Tanpa Komputer Diizinkan Pinjam ke Sekolah Lain

Vaksinasi Dewasa Juga Diperlukan

Kemenkes menyebut vaksinasi tidak hanya penting bagi anak-anak, tetapi juga bagi orang dewasa, terutama yang belum pernah divaksin atau memiliki penyakit penyerta.

Prioritas vaksinasi dewasa akan diberikan kepada tenaga kesehatan dan masyarakat di wilayah dengan peningkatan kasus.

Kategori :