SILAMPARITV.CO.ID - Kesepian dan isolasi sosial ternyata tidak hanya berdampak pada kesehatan mental, tetapi juga dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan jantung. Sejumlah penelitian terbaru menunjukkan bahwa kurangnya hubungan sosial dapat memicu berbagai masalah kardiovaskular, termasuk penyakit jantung koroner hingga gagal jantung.
BACA JUGA:Kemangi Ternyata Punya Manfaat untuk Skincare, Disebut Bisa Redakan Iritasi Kulit
Isolasi sosial sendiri merupakan kondisi ketika seseorang minim koneksi atau dukungan sosial secara nyata. Sementara kesepian lebih mengarah pada perasaan subjektif saat seseorang merasa sendiri dan kurang mendapatkan dukungan emosional dari lingkungan sekitarnya.
Dokter penyakit dalam, Crystal Wiley Cené menjelaskan, isolasi sosial dan rasa kesepian dapat memengaruhi kesehatan jantung melalui berbagai mekanisme.
“Isolasi sosial dan kesepian diperkirakan memengaruhi kesehatan kardiovaskular melalui beberapa jalur,” ujarnya dikutip dari laman Rheumatology Advisor.
BACA JUGA:Harga MinyaKita Naik Jadi Rp 20 Ribu per Liter, Cabai Justru Turun
BACA JUGA:BI Prediksi Ekonomi Sumsel Melambat Menjelang Idul Adha 2026, Dipicu Tekanan Global
Menurutnya, orang yang mengalami kesepian cenderung kurang aktif secara fisik, memiliki pola tidur yang buruk, hingga menjalani pola makan tidak sehat. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah.
Selain itu, individu yang merasa terisolasi juga dinilai lebih jarang memanfaatkan layanan kesehatan atau melakukan pemeriksaan medis secara rutin.
“Kurangnya koneksi sosial, baik yang nyata maupun yang dirasakan bisa menyebabkan depresi atau tekanan psikologis dan bisa meningkatkan tekanan darah serta tingkat peradangan,” tambahnya.
BACA JUGA:PIP Kemendikdasmen Mei 2026 Cair, Ini Syarat Penerima hingga Cara Cek Bantuan
BACA JUGA:Edarkan Pil Ekstasi Logo WhatsApp, Pemuda 22 Tahun Diciduk Polisi Lubuklinggau
Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Social Science and Medicine pada Februari 2025 menemukan adanya peningkatan risiko penyakit jantung koroner sebesar 15 persen pada peserta dengan tingkat isolasi sosial tertinggi dan mereka yang mengalami kesepian.
Penelitian tersebut membandingkan kelompok yang memiliki hubungan sosial rendah dengan peserta yang tidak merasa kesepian dan memiliki koneksi sosial lebih baik.
BACA JUGA:Banjir Parah di Muratara Rendam Ribuan Rumah, Lima Jembatan Dilaporkan Putus