Program pelatihan tersebut dirancang menggunakan metode blended learning dan action learning agar proses pembelajaran lebih terukur dan aplikatif.
Sementara itu, Tatang Muttaqin menilai kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi di Indonesia.
Menurutnya, guru memiliki peran besar dalam membentuk mentalitas dan kompetensi siswa sebelum memasuki dunia kerja.
“Peran pengajar sangat penting dalam membangun kebiasaan, karakter, dan kesiapan peserta didik menghadapi dunia industri,” jelas Tatang.
Dalam program ini, pelatihan guru dibagi ke dalam empat tahapan, yakni pembelajaran daring selama dua hari, simulasi kelas secara luring selama tiga hari di learning center Alfamart-Alfamidi, magang industri di gerai selama 10 hari, serta asesmen dan sertifikasi resmi yang berlangsung pada periode Mei hingga Agustus 2026.
Kepala BBPPMPV Bispar, Nana Halim, menyebut kolaborasi tersebut bertujuan menciptakan keselarasan kompetensi antara pendidikan SMK dan kebutuhan industri ritel modern.
BACA JUGA:Asah Kreativitas dan Kompetensi, Peserta Magang Lapas Narkotika Muara Beliti Paparkan Inovasi Kerja
Ia mengatakan total pelatihan berlangsung selama 150 jam pelajaran dengan dukungan langsung dari praktisi manajemen Alfamart.