Alfamart dan Kemendikdasmen Perkuat Pendidikan Vokasi, 229 SMK Ikut Program Kelas Industri

Jumat 22-05-2026,12:54 WIB
Reporter : Shinta Triana Dewi
Editor : Shinta Triana Dewi

Program pelatihan tersebut dirancang menggunakan metode blended learning dan action learning agar proses pembelajaran lebih terukur dan aplikatif.

Sementara itu, Tatang Muttaqin menilai kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi di Indonesia.

Menurutnya, guru memiliki peran besar dalam membentuk mentalitas dan kompetensi siswa sebelum memasuki dunia kerja.

“Peran pengajar sangat penting dalam membangun kebiasaan, karakter, dan kesiapan peserta didik menghadapi dunia industri,” jelas Tatang.

BACA JUGA:Mobil Milik Warga Palembang Raib Saat Parkir di Rumah Teman di Lubuklinggau, Polisi Lakukan Penyelidikan

BACA JUGA:Sopir Taksi Green SM Jadi Tersangka Insiden Tertemper KRL di Bekasi Timur, Polisi Sebut Ada Unsur Kelalaian

Dalam program ini, pelatihan guru dibagi ke dalam empat tahapan, yakni pembelajaran daring selama dua hari, simulasi kelas secara luring selama tiga hari di learning center Alfamart-Alfamidi, magang industri di gerai selama 10 hari, serta asesmen dan sertifikasi resmi yang berlangsung pada periode Mei hingga Agustus 2026.

Kepala BBPPMPV Bispar, Nana Halim, menyebut kolaborasi tersebut bertujuan menciptakan keselarasan kompetensi antara pendidikan SMK dan kebutuhan industri ritel modern.

BACA JUGA:9 Relawan WNI Global Sumud Flotilla Tiba di Istanbul, KJRI Ungkap Dugaan Kekerasan oleh Tentara Israel

BACA JUGA:Asah Kreativitas dan Kompetensi, Peserta Magang Lapas Narkotika Muara Beliti Paparkan Inovasi Kerja

Ia mengatakan total pelatihan berlangsung selama 150 jam pelajaran dengan dukungan langsung dari praktisi manajemen Alfamart.

Kategori :