Jenis-Jenis Alergi yang Bisa Pengaruhi Kondisi Tubuh: Dari Makanan hingga Debu di Sekitar Kita

Jenis-Jenis Alergi yang Bisa Pengaruhi Kondisi Tubuh: Dari Makanan hingga Debu di Sekitar Kita

Jenis-Jenis Alergi yang Bisa Pengaruhi Kondisi Tubuh: Dari Makanan hingga Debu di Sekitar Kita--ist

SILAMPARITV.CO.ID-Alergi bukan sekadar bersin atau ruam ringan. Kondisi ini merupakan reaksi berlebihan dari sistem kekebalan tubuh terhadap zat tertentu yang dianggap berbahaya, padahal sebenarnya tidak berbahaya bagi kebanyakan orang. Zat tersebut disebut alergen, dan bisa berasal dari berbagai hal di sekitar kita — mulai dari makanan favorit, cuaca, hingga bulu hewan peliharaan kesayangan.

Beberapa waktu lalu, sempat viral seorang netizen yang merasa tertipu oleh penjual kue dengan klaim “bebas gluten”. Setelah anaknya yang memiliki pantangan gluten memakan kue tersebut, sang anak mengalami ruam parah pada kulitnya. Kasus ini menunjukkan bahwa alergi bukan hal sepele — kesalahan kecil dalam mengenali atau menghindari alergen bisa berakibat serius.

BACA JUGA:Negara Hadir, Pemerintah Targetkan 1.285 Desa Terang di 2025

Menurut American College of Allergy, Asthma & Immunology (ACAAI), alergi dapat bersifat musiman maupun menetap seumur hidup. Mengenali jenisnya menjadi langkah penting dalam pencegahan dan penanganan yang tepat. Berikut beberapa jenis alergi yang umum terjadi:

1. Alergi Makanan

Jenis ini paling sering terjadi, terutama pada anak-anak. Beberapa makanan yang umum memicu alergi antara lain susu, telur, kacang, kedelai, gandum, dan seafood.

Gejala yang muncul bisa berupa gatal di mulut, bengkak pada bibir, muntah, diare, hingga ruam kulit.

Pada kasus berat, alergi makanan bisa menyebabkan anafilaksis — reaksi alergi parah yang menyebabkan sesak napas, tekanan darah turun drastis, bahkan mengancam nyawa.

Selalu perhatikan label makanan sebelum dikonsumsi, terutama jika memiliki riwayat alergi tertentu.

2. Alergi Obat

Meskipun jarang terjadi, alergi obat bisa berakibat fatal. Obat-obatan seperti antibiotik (penisilin) atau obat pereda nyeri tertentu sering kali menjadi pemicunya.

Reaksi yang muncul bisa berupa ruam, gatal, bengkak, atau sesak napas.

Namun, perlu diketahui bahwa tidak semua efek samping obat merupakan alergi — beberapa bisa disebabkan oleh sensitivitas tubuh terhadap kandungan obat.

Diagnosis biasanya dilakukan melalui riwayat medis dan tes kulit oleh dokter spesialis alergi.

Sumber: