Purbaya Tolak Utang Kereta Cepat Ditanggung APBN: Kelola Sendiri, Jangan ke Pemerintah Lagi.
Purbaya Tolak Utang Kereta Cepat Ditanggung APBN: Kelola Sendiri, Jangan ke Pemerintah Lagi.--ist
Sebelumnya, Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menyebut pihaknya tengah menyiapkan dua opsi utama untuk menyelesaikan utang PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), yaitu:
Menambah modal (equity), atau
Menyerahkan infrastruktur KCIC kepada pemerintah.
BACA JUGA:Cemburu Membara, Suami di Musi Rawas Bacok Istri Sendiri Hingga Bersimbah Darah.
BACA JUGA:Fakta Mengejutkan Pembunuhan Dina Oktaviani: Dari Curhat ke Atasan Berakhir Tragis di Sungai Citarum
“Apakah kemudian kita tambahkan equity atau memang infrastrukturnya diserahkan sebagaimana industri kereta api lain yang infrastrukturnya milik pemerintah. Dua opsi ini yang sedang kami kaji,” kata Dony saat menghadiri acara Investor Daily di Jakarta, Kamis (9/10/2025).
Dony menegaskan bahwa proyek KCIC tetap memiliki dampak ekonomi positif karena mampu memangkas waktu tempuh Jakarta–Bandung dan meningkatkan mobilitas masyarakat. Jumlah penumpang kini mencapai sekitar 30 ribu orang per hari.
Meski demikian, ia menyoroti perlunya solusi yang tidak membebani PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebagai pemimpin konsorsium.
“Dari satu sisi proyek ini bermanfaat, tapi kami juga harus menjaga keberlanjutan KAI,” ujarnya.
BACA JUGA:Satu Kaleng Soda per Hari Bisa Picu Penyakit Hati Mematikan: Ini Temuan Terbaru Para Ilmuwan
BACA JUGA:Viral! Pria 74 Tahun Nikahi Wanita Muda Dengan Mahar Rp. 3 Miliar
Restrukturisasi Utang Masih Berlangsung dengan Tiongkok
Sementara itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani mengonfirmasi bahwa proses restrukturisasi utang KCIC dengan pemerintah Tiongkok dan mitra bisnisnya masih berjalan.
“Sedang berjalan dengan pihak Cina, baik dengan pemerintah maupun perusahaan mitra,” ujar Rosan usai menghadiri Investor Daily Summit 2025 di Jakarta, Rabu (8/10/2025).
Rosan menegaskan bahwa langkah ini bertujuan untuk menciptakan struktur pembiayaan baru yang lebih berkelanjutan, sekaligus mencegah terulangnya masalah serupa di masa depan.
Sumber: