Setelah Kunjungan Trump, Inggris Siap Umumkan Pengakuan Negara Palestina.
Setelah Kunjungan Trump, Inggris Siap Umumkan Pengakuan Negara Palestina.--ist
SILAMPARITV.CO.ID - Inggris dikabarkan akan mengambil langkah bersejarah dengan mengakui Palestina sebagai sebuah negara pekan ini. Keputusan penting itu disebutkan akan diumumkan segera setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyelesaikan kunjungan kenegaraannya ke Inggris pada Kamis (18/9) waktu setempat.
BACA JUGA:Portugal Resmi Akui Palestina sebagai Negara Berdaulat Mulai 21 September 2025
BACA JUGA:Sadis! Pelajar SMA Dibunuh Pacar 42 Tahun Usai Minta iPhone
Laporan ini pertama kali diungkap surat kabar The Times, tanpa mengutip sumber langsung dari pemerintahan, pada Rabu (17/9). Disebutkan, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer berencana menyampaikan pengakuan terhadap Palestina bahkan sebelum Prancis melakukannya dalam forum Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pekan depan di New York, AS.
BACA JUGA:Masuk TNI AD Kini Transparan, KSAD Pastikan Tanpa Biaya & Tanpa Koneksi.
BACA JUGA:621 Penerima PKH dan Bansos di Lubuklinggau Dicoret, Terbukti Main Judi Online.
Tekanan Politik dalam Negeri
Menurut laporan tersebut, Starmer mendapat tekanan besar dari kalangan internal Partai Buruh untuk segera mengambil langkah pengakuan. Namun, ia memilih menunda hingga Trump meninggalkan Inggris, agar isu Palestina tidak mendominasi konferensi pers bersama yang digelar pada Kamis (18/9).
BACA JUGA:Bansos Beras Berlanjut 4 Bulan, Prabowo Suntik Rp. 13,9 Triliun untuk 18 Juta Keluarga.
BACA JUGA:Geger! Anggota DPRD Gorontalo Ingin Rampok Uang Negara Bersama Wanita, PDIP Langsung Pecat.
Kementerian Luar Negeri Inggris sejauh ini belum memberikan tanggapan resmi terkait kabar tersebut.
Starmer sendiri pada Juli lalu telah memberi peringatan keras bahwa Inggris akan segera mengakui Palestina jika Israel tidak mengambil langkah konkret untuk menghentikan perang di Gaza dan meringankan penderitaan rakyat Palestina.
BACA JUGA:Penyandang Buta Warna Gugat Aturan Lampu Lalu Lintas ke MK, Nilai Diskriminatif.
BACA JUGA:Ketahuan Tinggal Serumah, Pasangan Muda di Lubuklinggau Siap Dinikahkan.
Dukungan dan Penolakan Internasional
Jika pengakuan ini benar dilakukan, Inggris akan bergabung dengan gelombang negara Barat lain seperti Prancis, Kanada, Australia, dan Belgia yang sudah lebih dulu menyatakan rencana pengakuan resmi terhadap Palestina.
BACA JUGA:Ibu Rumah Tangga di Lubuklinggau Jadi Korban Jambret, Kalung Emas Dirampas.
BACA JUGA:Resep Makaroni Schotel Pakai Daging Cincang, Camilan Gurih untuk Keluarga
Namun, langkah ini mendapat penolakan keras dari Israel dan Amerika Serikat. Tel Aviv menilai pengakuan semacam itu hanya akan memperkuat posisi Hamas. Sementara itu, AS sebelumnya sudah menegaskan penentangannya terhadap pengakuan Palestina oleh sekutu-sekutu Eropa.
Meski begitu, pada Juli lalu Trump sempat menyatakan dirinya "tidak keberatan" jika Inggris mengakui Palestina. Namun, sejak saat itu, sikap resmi pemerintah AS berubah menentang keputusan semacam itu.
BACA JUGA:3 Resep Ikan Patin Sedap, dari Bakar Bumbu Kecap hingga Pindang Segar
BACA JUGA:Resep Tempe Mendoan Gurih Renyah, Camilan Favorit Sepanjang Waktu
Solusi Dua Negara
Inggris selama ini mendukung kebijakan “solusi dua negara” untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina. Namun, pemerintah selalu menekankan bahwa pengakuan Palestina sebagai negara baru bisa dilakukan “pada waktu yang tepat”.
BACA JUGA:Terungkap Waktu Ideal Minum Kopi agar BAB Lancar dan Pencernaan Tetap Sehat
BACA JUGA:Panduan Lengkap Memahami Sifat Eksponen: Penjabaran dan Pembuktian Sifat 6 & 7 untuk Siswa Kelas 10
Kini, menurut PM Keir Starmer, saatnya Inggris bertindak.
“Saya selalu mengatakan kami akan mengakui negara Palestina sebagai kontribusi bagi proses perdamaian yang tepat, di saat solusi dua negara memberikan dampak maksimal. Dengan solusi tersebut kini terancam, inilah saatnya bertindak,” ujarnya beberapa waktu lalu.
BACA JUGA:Jokowi Blak-blakan Akui Dorong Relawan Dukung Prabowo-Gibran 2 Periode
Kunjungan Trump ke Inggris
Trump tiba di London pada Selasa (16/9) malam atas undangan Raja Charles III dan Perdana Menteri Starmer. Selama kunjungan kenegaraan, Trump dan Ibu Negara Melania disambut dengan prosesi megah di Istana Windsor, lengkap dengan jamuan makan, arak-arakan kereta kuda, serta atraksi militer.
BACA JUGA:Kepercayaan Publik terhadap Polri Masih Rendah, Survei Setara Institute Ungkap Temuan Mengejutkan.
Selain seremoni kerajaan, kedua negara juga membahas kerja sama strategis di bidang energi nuklir dan teknologi. Pada Kamis (18/9), Starmer menjamu Trump di Istana Chequers untuk membicarakan tarif impor baja Inggris ke AS.
Trump menyebut kunjungannya kali ini sebagai salah satu “kehormatan tertinggi” dalam hidupnya.
BACA JUGA:Moto G86 Power 5G: Baterai 2 Hari, Layar 120Hz, dan Performa Andal untuk Pengguna Aktif
BACA JUGA:Samsung Galaxy Z Fold7: Asisten AI dan Layar Lipat, Solusi Gaming Tanpa Kompromi di Tengah Kesibukan
Sumber: