Portugal Resmi Akui Palestina sebagai Negara Berdaulat Mulai 21 September 2025

Portugal Resmi Akui Palestina sebagai Negara Berdaulat Mulai 21 September 2025

Portugal Resmi Akui Palestina sebagai Negara Berdaulat Mulai 21 September 2025--ist

SILAMPARITV.CO.ID - Portugal akhirnya mengambil langkah bersejarah dengan mengumumkan pengakuan resmi terhadap Palestina sebagai sebuah negara berdaulat. Keputusan ini akan berlaku mulai Minggu, 21 September 2025, sehari sebelum Konferensi Tingkat Tinggi tentang kenegaraan Palestina digelar di Majelis Umum PBB (UNGA).

BACA JUGA:Sadis! Pelajar SMA Dibunuh Pacar 42 Tahun Usai Minta iPhone

BACA JUGA:Masuk TNI AD Kini Transparan, KSAD Pastikan Tanpa Biaya & Tanpa Koneksi.

Deklarasi Resmi Pengakuan Palestina

Dalam pernyataan resminya, Kementerian Luar Negeri Portugal menegaskan komitmennya:

“Kementerian Luar Negeri mengonfirmasi bahwa Portugal akan mengakui Negara Palestina. Deklarasi resmi pengakuan akan berlangsung pada 21 September, sebelum Konferensi Tingkat Tinggi minggu depan.”

BACA JUGA:621 Penerima PKH dan Bansos di Lubuklinggau Dicoret, Terbukti Main Judi Online.

BACA JUGA:Bansos Beras Berlanjut 4 Bulan, Prabowo Suntik Rp. 13,9 Triliun untuk 18 Juta Keluarga.

 

 

Keputusan ini tidak diambil secara mendadak. Perdana Menteri Luis Montenegro, yang berasal dari kubu tengah-kanan, sebelumnya telah melakukan konsultasi dengan Presiden Portugal dan parlemen. Hal ini menutup perdebatan panjang selama hampir 15 tahun di parlemen Portugal sejak pertama kali usulan pengakuan Palestina diajukan pada 2011.

BACA JUGA:Geger! Anggota DPRD Gorontalo Ingin Rampok Uang Negara Bersama Wanita, PDIP Langsung Pecat.

BACA JUGA:Penyandang Buta Warna Gugat Aturan Lampu Lalu Lintas ke MK, Nilai Diskriminatif.

Latar Belakang Keputusan

Gelombang dukungan terhadap Palestina semakin menguat setelah sebuah laporan penyelidikan PBB menyimpulkan bahwa perang Israel di Gaza tergolong sebagai tindakan genosida. Laporan tersebut menyebutkan:

65.141 orang tewas

165.925 orang terluka

Ribuan lainnya masih terkubur di bawah reruntuhan sejak serangan Israel dimulai pada 7 Oktober 2023.

Portugal sebelumnya sudah memberi sinyal sejak Juli 2025 tentang niat mengakui Palestina, dengan alasan:

  • Konflik yang semakin mengkhawatirkan

  • Kondisi kemanusiaan di Gaza yang memburuk

  • Ancaman Israel untuk mencaplok wilayah Palestina

BACA JUGA:Ketahuan Tinggal Serumah, Pasangan Muda di Lubuklinggau Siap Dinikahkan.

BACA JUGA:Ibu Rumah Tangga di Lubuklinggau Jadi Korban Jambret, Kalung Emas Dirampas.

Gelombang Dukungan Internasional

Portugal bukan satu-satunya negara yang mengambil langkah ini. Beberapa negara lain juga menyatakan hal serupa, termasuk:

 

  • Australia

  • Kanada

  • Prancis

  • Inggris

BACA JUGA:Resep Makaroni Schotel Pakai Daging Cincang, Camilan Gurih untuk Keluarga

BACA JUGA:3 Resep Ikan Patin Sedap, dari Bakar Bumbu Kecap hingga Pindang Segar

Selain itu, Andorra, Belgia, Luksemburg, Malta, San Marino, dan bahkan negara kecil seperti Monako juga dikabarkan akan mengumumkan pengakuan dalam forum tingkat tinggi di New York, hasil kerja sama Prancis dan Arab Saudi.

Jika seluruh rencana berjalan, mereka akan bergabung dengan 147 negara lain (sekitar 75% anggota PBB) yang sudah lebih dulu mengakui Palestina per April 2025.

BACA JUGA:Resep Tempe Mendoan Gurih Renyah, Camilan Favorit Sepanjang Waktu

BACA JUGA:Terungkap Waktu Ideal Minum Kopi agar BAB Lancar dan Pencernaan Tetap Sehat

Penolakan dari Israel dan AS

 

Meski dukungan semakin luas, langkah Portugal dan negara-negara Barat lainnya mendapat kritik keras dari Israel dan Amerika Serikat.

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menyebut langkah itu sebagai “tindakan gegabah yang hanya melayani propaganda Hamas.”

BACA JUGA:Panduan Lengkap Memahami Sifat Eksponen: Penjabaran dan Pembuktian Sifat 6 & 7 untuk Siswa Kelas 10

BACA JUGA:iPhone 17 Series dan iPhone Air Langsung Diterpa Masalah: Goresan Bod? dan Embun di Kamera Jadi Sorotan

Dari pihak Israel, Menteri Keuangan Bezalel Smotrich bahkan mengancam akan membangun satu permukiman ilegal baru di Tepi Barat untuk setiap negara yang mengakui Palestina.

BACA JUGA:Jokowi Blak-blakan Akui Dorong Relawan Dukung Prabowo-Gibran 2 Periode

BACA JUGA:Sony RX1R III: Kamera Saku Full-Frame Flagship yang Menantang DSLR, Dirancang untuk Fotografer Sejati

Seruan PBB

Pelapor Khusus PBB untuk hak asasi manusia di Palestina, Francesca Albanese, mendesak agar pengakuan negara tidak hanya sebatas simbolis. Menurutnya, dunia internasional juga perlu mengambil langkah nyata berupa:

Sanksi internasional terhadap Israel

Embargo senjata

Tekanan diplomatik lebih kuat

BACA JUGA:Kepercayaan Publik terhadap Polri Masih Rendah, Survei Setara Institute Ungkap Temuan Mengejutkan.

BACA JUGA:Moto G86 Power 5G: Baterai 2 Hari, Layar 120Hz, dan Performa Andal untuk Pengguna Aktif

Penutup

Keputusan Portugal ini menjadi tonggak penting dalam perjuangan panjang Palestina menuju pengakuan penuh sebagai negara berdaulat. Dengan semakin banyaknya negara Barat yang menyatakan dukungan, tekanan terhadap Israel dan sekutunya kian besar. Namun, pertanyaan yang tersisa adalah: apakah pengakuan ini akan diikuti dengan langkah nyata untuk menghentikan penderitaan rakyat Palestina?

BACA JUGA:Samsung Galaxy Z Fold7: Asisten AI dan Layar Lipat, Solusi Gaming Tanpa Kompromi di Tengah Kesibukan

BACA JUGA:Wujudkan Hunian Sehat, Pemkot Lubuklinggau Bersama CSR Bedah Puluhan Rumah.

Sumber:

Berita Terkait