Gadis Remaja Tewas Setelah Ciuman Pertama, Diduga Akibat Sindrom Kematian Mendadak.
Gadis Remaja Tewas Setelah Ciuman Pertama, Diduga Akibat Sindrom Kematian Mendadak.--ist
SILAMPARITV.CO.ID - Kisah tragis menimpa seorang gadis remaja asal South Wales, Inggris. Jemma Benjamin, 18 tahun, meninggal dunia secara mendadak hanya beberapa menit setelah berciuman untuk pertama kalinya dengan teman prianya, Daniel Ross, 21 tahun. Peristiwa mengejutkan ini terjadi di flat mahasiswa Ross di Treforest, Pontypridd, pada April 2009.
BACA JUGA:Waspada Kabut Asap! Begini Cara Menjaga Kesehatan Saat Udara Tercemar
BACA JUGA:Kuliti Khasiat Kunyit: 10 Manfaat Ajaib Kurkumin untuk Kesehatan Tubuh dan Daya Tahan!
Menurut laporan Telegraph.co.uk yang dikutip pada Kamis (10/2/2011), Jemma dinyatakan meninggal akibat SADS (Sudden Adult Death Syndrome) atau sindrom kematian mendadak orang dewasa — kondisi langka yang menyebabkan jantung tiba-tiba berhenti berdetak tanpa gejala sebelumnya. Kasus ini dilaporkan merenggut sekitar 500 nyawa di Inggris setiap tahunnya.
BACA JUGA:Rahasia Sehat dari Dapur: Manfaat Cengkeh untuk Kesehatan Jantung dan Kolesterol!
BACA JUGA:6 Buah dan Sayur yang Justru Lebih Baik Dibekukan, Bukan Disimpan Segar!
Daniel Ross mengaku kepada pihak kepolisian bahwa dirinya dan Jemma sudah berteman selama tiga bulan, namun malam itu adalah pertama kalinya mereka berciuman. Setelah pulang dari makan malam bersama, mereka sempat berbincang di rumah Ross sebelum momen yang berujung tragis itu terjadi.
“Setelah kami berciuman, kami duduk di sofa. Tiba-tiba kelopak matanya mulai terkulai dan mulutnya berbusa. Ia langsung ambruk di hadapan saya,” tutur Ross dalam kesaksiannya.
Ross panik dan segera menelepon layanan darurat 999. Petugas medis memberi panduan CPR (Cardiopulmonary Resuscitation) melalui telepon, namun upaya tersebut tak berhasil menyelamatkan nyawa Jemma. Paramedis yang datang ke lokasi pun menyatakan bahwa tidak ada lagi yang bisa dilakukan.
BACA JUGA:Pemkab Musi Rawas Peringati HKG PKK ke-53: Wujudkan Asta Cita Menuju Indonesia Emas
Ayah Jemma mengatakan di persidangan bahwa ia tidak pernah menyangka hubungan putrinya dengan Ross lebih dari sekadar pertemanan. “Jemma anak yang sangat pemalu dan penakut. Saya tidak menyangka hal seperti ini bisa terjadi padanya,” ujarnya dengan nada sedih.
Kasus ini menjadi perhatian publik di Inggris dan dunia, mengingat SADS merupakan kondisi langka yang sering kali tidak terdeteksi sebelumnya. Para ahli kesehatan pun kembali mengingatkan pentingnya pemeriksaan jantung sejak dini, terutama bagi anak muda yang tampak sehat namun memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung.
Kematian Jemma Benjamin menjadi pengingat betapa rapuhnya hidup dan pentingnya kesadaran terhadap kesehatan jantung, bahkan pada usia muda.
Sumber: