Tragis! Bocah SD Kelas 2 di Bekasi Diduga Lecehkan 9 Teman Sesama Jenis: Korban Alami Trauma Berat
Tragis! Bocah SD Kelas 2 di Bekasi Diduga Lecehkan 9 Teman Sesama Jenis: Korban Alami Trauma Berat--ist
SILAMPARITV.CO.ID - Kasus kekerasan seksual yang melibatkan anak-anak kembali mencoreng dunia pendidikan dan pengasuhan di Indonesia. Seorang siswa kelas 2 Sekolah Dasar (SD) di wilayah Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat, diduga melakukan pelecehan seksual terhadap sembilan teman bermainnya yang seluruhnya sesama jenis.
Tragedi ini memicu keprihatinan luas setelah viral di media sosial dan membuat banyak pihak bersuara, terutama para orangtua korban yang akhirnya memberanikan diri untuk angkat bicara ke publik.
BACA JUGA:Berapa Kali Sebaiknya Cuci Muka dalam Sehari? Ini Jawaban Ahlinya
BACA JUGA:Kembangkan Potensi Desa, Kelompok Wanita Tani Ini Terus Berinovasi Berkat Pemberdayaan BRI
Korban Alami Trauma Berat dan Luka Fisik
Salah satu korban mengalami trauma mendalam hingga menolak melaksanakan ibadah sholat, menandakan dampak psikologis yang sangat serius.
“Anak saya ketakutan, tidak mau sholat, bahkan harus terus menempel ke saya. Kalau saya tinggal, dia langsung menangis,” ujar ibu korban dengan suara bergetar.
Lebih menyedihkan lagi, hasil visum membuktikan adanya luka di area dubur, memperkuat indikasi adanya pelecehan seksual. Korban juga mengeluhkan demam dan sakit fisik yang mengharuskannya mendapatkan perhatian medis.
BACA JUGA:Ke Mana Perginya Kerikil Setelah Dilempar Jemaah Haji Saat Lempar Jumrah?
BACA JUGA:25 Soal PAS/SAS Seni Rupa Kelas 3 SD Semester 2 Kurikulum Merdeka + Kunci Jawaban
Pengakuan Pelaku Bikin Miris: “Itu Enak”
Saat salah satu ibu korban mengonfrontasi pelaku secara langsung, bocah kelas 2 itu dengan polosnya mengaku melakukan perbuatan tersebut karena merasa “itu enak”.
“Saya tanya langsung, kenapa dia lakukan ini, jawabnya karena itu enak,” ungkap ibu korban.
Pengakuan ini mengejutkan dan menimbulkan banyak pertanyaan tentang akses informasi seksual yang tidak semestinya serta minimnya edukasi seksualitas sehat pada anak usia dini.
Sumber: