Waspada, 6 Kelompok Orang yang Disarankan Batasi Konsumsi Matcha demi Kesehatan

Jumat 22-08-2025,09:43 WIB
Reporter : Rendi Setiawan
Editor : Rendi Setiawan

Matcha bersifat asam dan dapat mengiritasi saluran pencernaan yang sensitif.  Mengapa harus hati-hati? Untuk penderita GERD atau asam lambung, kafein dapat melemaskan katup antara lambung dan kerongkongan, sehingga memicu naiknya asam lambung. Untuk penderita Irritable Bowel Syndrome (IBS), kafein adalah stimulan yang dapat mempercepat motilitas usus, memicu gejala seperti diare dan kram.  Rekomendasi: Penderita maag, GERD, atau IBS perlu mencermati respons tubuh mereka. Jika matcha memicu kekambuhan gejala, sebaiknya dihindari.

BACA JUGA:Jadi Bagian Penting Transformasi, Ini Strategi BRI Pertahankan Kualitas Portofolio Melalui Penguatan Manajemen

BACA JUGA:Makin Mudahkan Pengguna EV, PLN Operasikan Lagi 4 Lokasi SPKLU Center Pada Momen HUT RI

5. Orang dengan Masalah Ginjal

Matcha mengandung oksalat, senyawa alami yang dapat berkontribusi pada pembentukan batu ginjal pada individu yang rentan.  Mengapa harus hati-hati? Asupan oksalat yang tinggi, ditambah dengan faktor risiko lain seperti kurang minum, dapat meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal kalsium oksalat.  Rekomendasi: Individu dengan riwayat batu ginjal atau fungsi ginjal yang menurun harus berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi sebelum menjadikan matcha sebagai minuman sehari-hari. Hidrasi yang cukup sangat penting.

BACA JUGA:Kecanduan Narkoba dan Judol, Pemuda Lubuklinggau Ancam Ibu Kandung dengan Pisau.

BACA JUGA:DPR Bocorkan Rencana Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan 2026, Diminta Tak Bebani Rakyat.

6. Individu yang Sedang Mengonsumsi Obat-Obatan Tertentu

Matcha dapat berinteraksi dengan beberapa jenis obat, mengubah cara tubuh memetabolisme obat tersebut.

Mengapa harus hati-hati? Senyawa dalam matcha dapat memengaruhi enzim di hati yang bertanggung jawab untuk memetabolisme banyak obat. Hal ini berpotensi membuat obat menjadi kurang efektif atau justru meningkatkan konsentrasinya dalam darah hingga ke level yang berbahaya. Obat-obatan untuk kondisi jantung, pengencer darah, dan stimulan tertentu adalah beberapa contohnya.  Rekomendasi: Jika Anda mengonsumsi obat resep secara rutin, sangat penting untuk mendiskusikan konsumsi matcha dengan dokter Anda untuk memastikan tidak ada interaksi yang berisiko.

BACA JUGA:Tabligh Akbar HUT Ke-80 RI, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Lubuk Linggau Ajak Masyarakat Bersatu Membangun Kota

BACA JUGA:New Honda Stylo 160 Hadir dengan Warna Baru, Tampil Makin Elegan dan Mewah

Kesimpulan

Matcha memang menawarkan berbagai potensi manfaat, namun bukan berarti tanpa risiko. Prinsip kehati-hatian dan mengenali kondisi tubuh sendiri adalah kunci. Jika Anda termasuk dalam salah satu dari kelompok yang disebutkan di atas, bukan berarti Anda tidak boleh menikmati matcha sama sekali. Langkah terbaik adalah berkonsultasi dengan tenaga medis profesional untuk mendapatkan saran yang personal dan aman sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.

BACA JUGA:Pajak Tahunan Vespa Matic Termurah di Indonesia Tembus Rp 700 Ribuan, Ini Rinciannya!

BACA JUGA:Stop! Demi Jantung, Olahraga Berat saat Kurang Tidur Jangan Dinormalisasi

Kategori :