Penelitian lanjutan menunjukkan bahwa melakukan lebih dari empat menit VILPA per hari dapat mengurangi risiko gangguan jantung akibat gaya hidup kurang aktif. Matthew Ahmadi, peneliti pascadoktoral di Universitas Sydney, menilai temuan ini penting karena mayoritas orang dewasa di atas 40 tahun jarang berolahraga secara teratur—sering kali karena alasan keterbatasan waktu.
Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencerminkan situasi global yang mengkhawatirkan: hampir 1,8 miliar orang dewasa berisiko terkena penyakit karena kurang bergerak. Profesor kedokteran perilaku dari Universitas Loughborough, Amanda Daley, menegaskan bahwa hambatan utama aktivitas fisik adalah persepsi bahwa olahraga memerlukan waktu panjang dan usaha besar.
Pendekatan latihan mikro seperti VILPA menawarkan alternatif yang realistis. Hanya beberapa menit, beberapa kali dalam sehari, tanpa biaya dan tanpa alat khusus.
BACA JUGA:Pelajar SMP Jadi Korban Curas di Lubuklinggau
BACA JUGA:Lapas Kelas IIA Lubuklinggau Perkuat Kesiapsiagaan Jelang Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H
Contoh VILPA sebenarnya ada di sekitar kita: berlari kecil mengejar kendaraan umum, menyapu rumah dengan gerakan cepat, berkebun dengan tenaga penuh, menaiki tangga alih-alih menggunakan lift, atau bermain aktif dengan anak dan hewan peliharaan. Semua itu dapat meningkatkan denyut jantung dalam waktu singkat.
“Kita memiliki banyak kesempatan untuk melakukan aktivitas intensitas sedang hingga berat tanpa harus ke gym,” kata Ahmadi. Bahkan membawa tas belanja berat setiap hari atau menaiki tangga dengan cepat dapat melatih kekuatan otot dan sendi, seperti yang diungkapkan para peneliti termasuk ahli jantung Jepang Shigenori Ito.
Gagasan ini sejalan dengan pesan sederhana namun kuat: melakukan sesuatu selalu lebih baik daripada tidak sama sekali.
BACA JUGA:Kejar Maling Pakai Parang, Kakek Herman Berstatus Tersangka, Publik Soroti Batas Pembelaan Diri
BACA JUGA:Dukung Infrastruktur Listrik Tambak OKI, PLN Tambah Trafo dan Pembangunan Jaringan Listrik
Selama ini angka 10.000 langkah per hari sering dianggap patokan. Namun penelitian terbaru menunjukkan manfaat kesehatan sudah dapat diperoleh dengan jumlah langkah yang jauh lebih rendah. Studi penghitungan langkah menemukan bahwa 2.517 hingga 2.735 langkah per hari dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular sebesar 11 persen dibandingkan 2.000 langkah. Studi lain menunjukkan lebih dari 2.200 langkah per hari sudah berkontribusi menurunkan risiko penyakit jantung dan kematian dini.
Profesor fisioterapi dari Universitas Melbourne, Rana Hinman, menekankan bahwa bahkan individu dengan nyeri sendi kronis seperti osteoarthritis tetap bisa memperoleh manfaat dari sedikit aktivitas tambahan.
Selain menurunkan risiko kematian dan penyakit jantung, VILPA juga dikaitkan dengan penurunan risiko kanker sebesar 17 hingga 18 persen jika dilakukan tiga hingga empat menit setiap hari. Salah satu mekanisme yang diduga berperan adalah efek anti-inflamasi dari aktivitas fisik. Peradangan kronis diketahui berkaitan dengan penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan obesitas.
BACA JUGA:Spesialis Bobol Seng di Lubuklinggau Berhasil Diamankan Polisi
BACA JUGA:Sambut Tahun Baru Imlek, Lapas Narkotika Muara Beliti Berikan Remisi Khusus kepada WBP
Secara fisiologis, kontraksi otot memicu respons biokimia yang membantu tubuh memetabolisme lemak dan glukosa secara lebih efisien. Itulah sebabnya setiap gerakan—terutama yang meningkatkan detak jantung—bermanfaat bagi jantung, paru-paru, dan sistem sirkulasi.