Tangga, Taman, dan Detak Jantung: Cara Sederhana Memperpanjang Usia Lewat Aktivitas Sehari-hari

Rabu 18-02-2026,14:30 WIB
Reporter : Rendi Setiawan
Editor : Rendi Setiawan

Para peneliti kini tertarik meneliti lebih jauh apakah aktivitas singkat ini juga dapat membantu individu dengan penyakit kronis yang kesulitan mengikuti olahraga terstruktur. Hamer bahkan melihat VILPA sebagai pintu masuk untuk mendorong masyarakat mencapai rekomendasi 150 menit aktivitas fisik sedang per minggu.

“Jika sebagian besar populasi mau melakukan beberapa aktivitas singkat setiap hari, dampaknya akan jauh lebih besar dibanding hanya segelintir orang yang memenuhi seluruh pedoman,” ujarnya.

BACA JUGA:Wujudkan Pembinaan Rohani Optimal, Lapas Narkotika Muara Beliti Fasilitasi Pelaksanaan Tarawih Warga Binaan

BACA JUGA:Parkir Dini Hari, 4 Ban Mobil Warga Palembang Digondol Maling

Di tengah gaya hidup modern yang semakin banyak duduk—di kantor, di kendaraan, di rumah—pesan ini terasa relevan. Kota-kota dirancang untuk mobil, bukan untuk manusia berjalan kaki. Akibatnya, gaya hidup kurang aktif menjadi salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular, sejajar dengan hipertensi, merokok, dan diabetes.

Namun perubahan besar tak selalu membutuhkan langkah besar. Kadang, ia dimulai dari keputusan kecil: memilih tangga daripada lift, mempercepat langkah ke toko, atau menyapu lantai dengan lebih bersemangat.

Mungkin Anda belum sempat kembali ke gym. Mungkin target 10.000 langkah terasa jauh. Tapi setiap menit gerakan intens dalam keseharian Anda adalah investasi kecil bagi kesehatan jangka panjang.

Dan bisa jadi, umur panjang Anda tidak hanya ditentukan oleh sesi olahraga panjang di akhir pekan—melainkan oleh detak jantung yang sesekali dipacu dalam rutinitas harian.

Kategori :