BACA JUGA:Satresnarkoba Ungkap Kasus Sabu 102,85 Gram di Lubuk Linggau Selatan I
Intensitas Lebih Penting untuk Beberapa Penyakit
Peneliti juga menemukan bahwa setiap jenis penyakit merespons olahraga dengan cara berbeda. Pada penyakit metabolik seperti diabetes dan gangguan hati, durasi dan intensitas sama-sama berperan.
Namun, pada kondisi seperti inflamasi dan demensia, intensitas olahraga menjadi faktor yang lebih dominan dibandingkan durasi.
Cukup 15–20 Menit per Minggu
Menariknya, manfaat tersebut tidak mengharuskan seseorang berolahraga berat dalam waktu lama. Peneliti menyebutkan bahwa cukup sekitar 4–5 persen dari total aktivitas mingguan berupa aktivitas intens.
Artinya, hanya dengan menambahkan sekitar 15 hingga 20 menit olahraga intens per minggu, seseorang sudah bisa merasakan manfaat signifikan.
Contoh aktivitas sederhana yang bisa dilakukan:
- jogging singkat
- Naik tangga dengan cepat
- Aktivitas lain yang meningkatkan detak jantung dan membuat napas lebih berat
BACA JUGA:Resep Sambal Goreng Rumahan: Pedas, Gurih, dan Mudah Dibuat
BACA JUGA:Calon Haji OKU Wajib Vaksin COVID-19 Jelang Keberangkatan Haji 2026
Tetap Perlu Bijak Menyikapi
Meski hasilnya menjanjikan, penelitian ini bersifat observasional sehingga belum bisa memastikan hubungan sebab-akibat secara langsung. Selain itu, keterbatasan data seperti penggunaan pelacak kebugaran dalam waktu singkat dan survei mandiri juga menjadi catatan penting.
Namun demikian, temuan ini tetap memberikan gambaran bahwa aktivitas kecil dengan intensitas tinggi dapat menjadi langkah praktis untuk menjaga kesehatan di tengah kesibukan sehari-hari.