5 Kue Tradisional Palembang yang Masih Eksis Hingga Kini, dari Dadar Jiwo hingga Manan Sahmin

5 Kue Tradisional Palembang yang Masih Eksis Hingga Kini, dari Dadar Jiwo hingga Manan Sahmin

5 Kue Tradisional Palembang yang Masih Eksis Hingga Kini, dari Dadar Jiwo hingga Manan Sahmin--foto: ist


Kue Engkak, Lembut dengan Beragam Varian--Net

Kue engkak juga menjadi salah satu jajanan khas Palembang yang cukup populer. Di toko Palembang Harum, kue ini tersedia dalam beberapa varian seperti engkak medok, engkak kecut, dan engkak ketan.

Kue ini dibuat dari campuran tepung terigu, telur, mentega, dan gula yang kemudian dipanggang dalam loyang menggunakan oven.

BACA JUGA:Viral Video Menu MBG Lele Mentah, Badan Gizi Nasional Angkat Bicara

Menurut Mardho, kue engkak memiliki tampilan yang cukup tebal namun tetap lembut saat dimakan.

“Karakter kue engkak ini terlihat gemuk, tetapi ketika digigit teksturnya terasa lembut. Engkak medok artinya engkak yang mengembang, sedangkan engkak kecut bentuknya sedikit mengecil saat matang,” jelasnya.

Sementara itu, engkak ketan memiliki tambahan parutan kelapa yang memberikan rasa gurih khas.

BACA JUGA:3 Hari Menuju Ops Ketupat Musi 2026, Polres Lubuklinggau Siap Amankan Mudik Lebaran

3. Bluder, Kue Tempo Dulu Pengaruh Kuliner Belanda


Bluder, Kue Tempo Dulu Pengaruh Kuliner Belanda--Net

Kue bluder termasuk salah satu kue khas Palembang yang memiliki sejarah panjang karena merupakan hasil akulturasi budaya kuliner pada masa kolonial Belanda.

Bluder dibuat dari tepung terigu dengan bentuk bulat. Teksturnya lembut namun cukup padat dengan rasa manis yang khas.

BACA JUGA:Kapolres Lubuklinggau Imbau Warga Perhatikan Keamanan Rumah dan Kendaraan Saat Mudik Lebaran 1447 H

“Awalnya bluder merupakan santapan orang Belanda. Di Palembang kemudian ditambahkan santan sehingga rasanya lebih khas dan teksturnya sedikit lebih padat,” kata Mardho.

Kue ini tergolong terjangkau, biasanya dijual dengan harga sekitar Rp2.000 hingga Rp4.000 per buah.

Sumber: