Cari Tukang Bangunan Lewat Facebook, Warga Solo Malah Gagal Bangun Rumah.

Cari Tukang Bangunan Lewat Facebook, Warga Solo Malah Gagal Bangun Rumah.

Cari Tukang Bangunan Lewat Facebook, Warga Solo Malah Gagal Bangun Rumah.--ist

SILAMPARITV.CO.ID - Niat hati ingin membangun rumah impian, Fauzi (35), warga Solo, justru harus menelan kenyataan pahit setelah uang puluhan juta rupiah yang ia bayarkan untuk jasa pembangunan rumah diduga dibawa kabur oleh tukang bangunan. Total kerugian yang dialami Fauzi mencapai Rp. 56 juta, sementara progres pembangunan rumahnya bahkan belum mencapai 30 persen.

BACA JUGA:Duel Penentuan M. Zidane vs Asep Lukman di Final Trial Game Dirt 2025 Bandung: Adu Gengsi dan Strategi di Sirk

BACA JUGA:Biaya Perpanjang SIM C Oktober 2025: Ini Rincian Lengkap yang Perlu Disiapkan

Kasus ini bermula pada awal Januari 2025. Fauzi, yang tengah berencana membangun rumah di wilayah Wirun, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, mencoba mencari jasa tukang bangunan melalui media sosial Facebook. Dari pencarian itu, ia menemukan akun seseorang berinisial MI yang mengaku menawarkan jasa pembangunan rumah.

BACA JUGA:Cegah Kasus Makanan Busuk, Dinkes Lubuklinggau Perketat Pengawasan Program MBG.

BACA JUGA:Diduga Hilang Kendali, Pengendara Motor CBR di Muara Beliti Jatuh ke Sungai.

“Saya kemudian menghubungi MI melalui WhatsApp dan terjalin komunikasi mengenai jasa bangunan yang ditawarkan. Untuk memastikan keberadaannya, saya meminta paman saya bertemu langsung dengan MI,” ujar Fauzi, dikutip dari Tribun Solo, Jumat (3/10/2025).

Pertemuan antara MI dan paman Fauzi dilakukan pada hari yang sama. Setelah dianggap cukup meyakinkan, MI datang langsung ke lokasi proyek rumah di Wirun. Kedua pihak lalu menyepakati kerja sama pembangunan rumah dengan membuat surat perjanjian tertulis.

Sebagai tanda jadi, Fauzi melakukan transfer uang muka sebesar Rp 20 juta kepada MI. Pekerjaan sempat berjalan beberapa minggu, namun setelah itu MI mulai sering meminta tambahan dana dengan berbagai alasan kebutuhan material dan biaya pekerja.

“Saya sudah transfer total 12 kali, jumlahnya kalau dijumlahkan mencapai Rp 56 juta. Tapi bangunan belum selesai, bahkan belum 30 persen,” ungkap Fauzi.

BACA JUGA:Pemilik Toko di Lubuklinggau Gelar Sayembara Rp.10 Juta untuk Tangkap Pelaku Penggelapan Mobil

BACA JUGA:Luhut Ingatkan: MBG Baru 9 Bulan, Jangan Kebanyakan Kritik.

Masalah mulai muncul ketika MI kerap menunda pengerjaan proyek. Beberapa bagian bangunan sempat dikerjakan, tetapi tidak rampung. Puncaknya, MI tiba-tiba menghilang dan tidak lagi datang ke lokasi proyek tanpa alasan yang jelas.

Fauzi dan pamannya berulang kali mencoba menghubungi MI, namun pesan dan panggilan sering tidak direspons. Kalaupun dijawab, MI hanya memberikan janji-janji palsu tanpa tindak lanjut nyata.

Sumber:

Berita Terkait