Mengenal 6 Tarian Khas Jawa yang Populer di Indonesia

Mengenal 6 Tarian Khas Jawa yang Populer di Indonesia

ilustrasi tarian khas Jawa--freepik

Tarian Srimpi menggambarkan duel antara dua orang putra yang berlatarkan epos Mahabharata atau kisah Menak. Agar lebih harmonis, tari srimpi ditarikan oleh empat orang penari yang membentuk dua pasang tarung.

BACA JUGA:Pesona Kain Tenun Ikat Sumba: Menguak Kekayaan Budaya Nusantara

Secara umum, tari srimpi dalam tari srimpi melambangkan pertentangan antara kebaikan dan keburukan.

3. Tari Bedhaya

Tarian Bedhaya sudah ada sejak zaman Raja Agung. Tari Bedhaya terbagi menjadi dua jenis yaitu bedhaya ketawang dan bedhaya semang. 

Tari bedhaya ketawang merupakan ciptaan Sultan Agung dan merupakan tarian warisan keraton Surakarta. Sedangkan tari semang bedhaya  merupakan ciptaan Raja Hamengku Buwono II dan menjadi tarian leluhur keraton Yogyakarta.

BACA JUGA:Inilah 5 Alat Musik Palembang yang Sangat Bernilai, Yuk Cek di Sini!

Kedua jenis tari bedhaya ini dianggap sakral. Memang selama tari bedhaya dipentaskan, banyak hidangan yang mengiringinya.

Sedangkan untuk tari bedhaya biasanya ditarikan oleh sembilan orang penari berseragam.

4. Tari Lawung Ageng

Beksan Lawung Ageng merupakan salah satu tari peninggalan Keraton Yogyakarta yang menampilkan ketangkasan prajurit bersenjatakan tombak, ciptaan Sri Sultan Hamengku Buwono I (1755 - 1792), yang terinspirasi dari watangan atau kuda berkuda. Latih ketangkasan saat bermain dengan tombak.

BACA JUGA:Inilah 5 Keunikan Mengenal Budaya dan Adat Istiadat Suku Jawa

Melalui tarian khas Jawa ini, Sri Sultan menanamkan nilai keberanian dan ketangkasan dalam diri seorang prajurit keraton.

Selama lebih dari dua abad, tari khas Jawa ini menjadi sarana pembentukan karakter pejuang melalui disiplin jasmani dan rohani.

Dalam perkembangannya, tari Beksan Lawung Ageng diperkenalkan sebagai tarian upacara, sehingga selain itu juga dipentaskan pada pesta pernikahan putra dan putri raja, juga dilakukan pada saat penyambutan tamu-tamu terhormat atau pada upacara nasional/kerajaan. 

Sumber: