Transparansi dan Integritas, di Balik Mobil Oper Kredit Aiptu FN dalam Sorotan Kode Etik Kepolisian

Transparansi dan Integritas, di Balik Mobil Oper Kredit Aiptu FN dalam Sorotan Kode Etik Kepolisian

Transparansi dan Integritas: Menggali Kisah di Balik Mobil Oper Kredit Aiptu FN dalam Sorotan Kode Etik Kepolisian--

SILAMPARITV.CO.IDAiptu FN, seorang anggota kepolisian yang bertugas di Sumsel, kini tengah menjadi sorotan setelah mobil Avanza putih yang ia miliki terungkap dibeli dengan cara oper kredit. 

Kabid Propam Polda Sumsel, Kombes Pol Agus Halimudin, mengungkapkan hal tersebut dalam sebuah konferensi pers.

Menurut Kombes Pol Agus Halimudin, Aiptu FN membeli mobil tersebut dari tangan pertama, yaitu dari seseorang yang dikenalnya di Lubuklinggau. 

Hal ini mengundang pertanyaan terkait dengan proses pembelian mobil tersebut, apakah dilakukan secara tunai atau dengan cara oper kredit

BACA JUGA:Temui Wadireskrim Polda Sumsel, Ini Poin Kesepakatan APPI Sumsel Soal Penagihan Fidusia!

Kombes Pol Agus Halimudin menyatakan bahwa pertanyaan terkait detail pembelian mobil bisa diarahkan kepada pihak Krimum atau Krimsus untuk penjelasan lebih lanjut.

Sebelumnya, Aiptu FN telah menjalani pemeriksaan karena diduga melanggar kode etik kelembagaan dan norma-norma etika di masyarakat. 

Kabid Propam Polda Sumsel, Kombes Pol Agus Halimudin, menjelaskan bahwa Aiptu FN akan menghadapi konsekuensi atas pelanggaran yang dilakukannya. 

Konsekuensi tersebut dapat berupa permintaan maaf, demosi, atau penundaan kenaikan pangkat.

BACA JUGA:Gempa M5,6 Guncang Bengkulu: Mengapa Kesiapsiagaan Kita Harus Ditingkatkan?

Ditegaskan bahwa Aiptu FN saat ini berstatus sebagai terduga pelanggar dan sedang menjalani proses di Bidang Propam. 

Sanksi terhadap pelanggaran kode etik akan diatur sesuai dengan proses yang berlaku, dengan pengadilan komisi kode etik yang akan memutuskan akhir dari kasus ini. 

Kombes Pol Agus Halimudin menekankan bahwa tugas pihaknya adalah menuntut sesuai dengan bukti yang berhasil mereka kumpulkan selama proses penyelidikan.

Kasus ini menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap kode etik di kalangan anggota kepolisian. 

Sumber: