Beras dan Rokok Kuras Uang Orang Miskin, BPS Ungkap Pola Pengeluaran Masyarakat.
Beras dan Rokok Kuras Uang Orang Miskin, BPS Ungkap Pola Pengeluaran Masyarakat.--ist
Data BPS ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan pemerhati sosial: mengapa rokok masih menjadi prioritas konsumsi orang miskin, padahal pendapatan mereka terbatas? Kebiasaan merokok dinilai bukan hanya berdampak pada ekonomi rumah tangga, tetapi juga berisiko pada kesehatan dan produktivitas jangka panjang.
Para ahli menilai bahwa rokok sering kali dianggap sebagai “pelarian psikologis” dari tekanan hidup, namun sayangnya, justru menjadi beban finansial tetap yang signifikan.
BACA JUGA:Suami di Mamuju Maafkan Istri Selingkuh Setelah Selingkuhan Bayar Denda Rp. 10 Juta Lewat Adat
BACA JUGA:Didominasi FLPP, BRI Perkuat Komitmen Tingkatkan Akses Hunian Terjangkau dalam Program 3 Juta Rumah
Kesimpulan
Fakta bahwa beras dan rokok menjadi pengeluaran utama masyarakat miskin di Indonesia menunjukkan adanya pola konsumsi yang perlu dibenahi. Edukasi soal prioritas kebutuhan, serta intervensi kebijakan terkait harga pangan dan kontrol konsumsi rokok, bisa menjadi langkah strategis untuk mengurangi beban ekonomi masyarakat miskin.
Pemerintah diharapkan tidak hanya fokus menurunkan angka kemiskinan, tapi juga memperhatikan kualitas hidup dan pola konsumsi masyarakat agar bantuan yang diberikan berdampak lebih nyata.
BACA JUGA:Kubur Emas 6 Kg Sejak 1958, Pria di Jakarta Gigit Jari Saat Rumah Direnovasi.
BACA JUGA:Harga Beras di Makassar Tembus Rp. 400 Ribu per 25 Kg, Warga Menjerit.
Sumber: