Ingin Sarapan Nasi Uduk? Perhatikan Porsi dan Lauknya

Sabtu 17-01-2026,10:07 WIB
Reporter : Rendi Setiawan
Editor : Rendi Setiawan

SILAMPARITV.CO.ID - Nasi uduk masih menjadi pilihan sarapan favorit banyak masyarakat Indonesia. Rasanya gurih, mudah ditemukan, dan cukup mengenyangkan untuk memulai aktivitas pagi. Namun, di balik kenikmatannya, muncul pertanyaan: apakah aman menjadikan nasi uduk sebagai menu sarapan harian?

BACA JUGA:Masalah Sopir Truk Kerupuk Temui Titik Terang, Pemkot Lubuklinggau Ambil Langkah Perbaikan Gapura

BACA JUGA:Penumpang TransJakarta Berbuat Tak Pantas, Polisi Amankan Pelaku

Dokter spesialis gizi, Johanes Chandrawinata, menjelaskan bahwa makan nasi di pagi hari sebenarnya tidak menjadi masalah, termasuk nasi uduk. Yang perlu mendapat perhatian khusus adalah komposisi gizi serta porsi yang dikonsumsi.

Menurut Johanes, nasi uduk menggunakan santan sebagai bahan utama sehingga kandungan lemak jenuhnya lebih tinggi dibanding nasi putih biasa. Ditambah lagi dengan lauk pendamping seperti tahu goreng, tempe goreng, ayam goreng, kerupuk, hingga sambal santan yang semuanya tinggi kalori.

BACA JUGA:Gara-gara Utang Rp. 200 Ribu, Foto Wanita Lubuklinggau Berpakaian Minim Disebar Penagih

BACA JUGA:Truk Muatan Kerupuk Senggol Gapura di Lubuklinggau, Sopir Diminta Bayar Rp. 40 Juta

“Bukan berarti tidak boleh sama sekali. Boleh, tapi harus hati-hati. Jangan terlalu sering karena kalorinya cukup tinggi,” jelasnya saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (12/1).

Ia menambahkan, pola makan ideal sebaiknya mengikuti konsep piring makan seimbang. Setengah piring diisi oleh sayur dan buah, sementara setengah lainnya dibagi antara sumber protein dan karbohidrat.

BACA JUGA:Sopir Truk Kerupuk Hadapi Beban Berat, Aliansi Solidaritas Buka Donasi Kemanusiaan

BACA JUGA:Terdesak Ekonomi, Pemuda Gondrong Edarkan Sabu Antar Kecamatan di Lubuklinggau

Sayangnya, kebiasaan makan masyarakat Indonesia kerap tidak seimbang. Banyak orang mengonsumsi nasi dalam porsi berlebihan, bahkan hingga memenuhi satu piring penuh. Kebiasaan ini, jika dilakukan terus-menerus, berisiko meningkatkan asupan kalori harian secara signifikan.

“Konsumsi nasi berlebihan tidak baik bagi kesehatan karena bisa memicu kelebihan kalori, yang pada akhirnya meningkatkan risiko berat badan naik dan gangguan metabolik,” ujar Johanes.

BACA JUGA:Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti Hadiri Acara Pisah Sambut Kepala Kejaksaan Negeri Musi Rawas

BACA JUGA:BSI Lubuklinggau Gelar Priority Gathering Golden Step Into The Future, Perkenalkan Tabungan Emas

Kategori :