Guncang Dunia Arab, Iran Tolak Solusi Dua Negara: "Hanya Ada Palestina Saja"
Guncang Dunia Arab, Iran Tolak Solusi Dua Negara: "Hanya Ada Palestina Saja"--ist
SILAMPARITV.CO.ID - Iran menolak tegas hasil Pernyataan Final Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pemimpin Arab dan Islam di Doha, Qatar, yang digelar pada Minggu (15/9/2025). KTT tersebut menghasilkan konsensus bersama untuk mendorong solusi dua negara sebagai jalan penyelesaian konflik Palestina–Israel.
BACA JUGA:Setelah Kunjungan Trump, Inggris Siap Umumkan Pengakuan Negara Palestina.
BACA JUGA:Portugal Resmi Akui Palestina sebagai Negara Berdaulat Mulai 21 September 2025
Dalam komunike bersama, para pemimpin Arab dan Islam menegaskan pentingnya solusi dua negara guna mengakhiri pendudukan Israel. Mereka mengecam agresi militer Israel, mendesak penghentian serangan di Gaza, serta menegaskan dukungan penuh terhadap hak rakyat Palestina sesuai hukum internasional.
BACA JUGA:Sadis! Pelajar SMA Dibunuh Pacar 42 Tahun Usai Minta iPhone
BACA JUGA:Masuk TNI AD Kini Transparan, KSAD Pastikan Tanpa Biaya & Tanpa Koneksi.
Namun, Iran mengambil sikap berbeda. Melalui pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri, Teheran menyatakan menolak seluruh klausul yang menyebutkan solusi dua negara.
“Iran tidak akan pernah mengakui rezim Zionis, bahkan jika seluruh dunia melakukannya. Satu-satunya jalan bagi Palestina adalah perlawanan hingga pembebasan penuh tanah mereka,” tegas Kementerian Luar Negeri Iran dikutip Press TV.
BACA JUGA:621 Penerima PKH dan Bansos di Lubuklinggau Dicoret, Terbukti Main Judi Online.
BACA JUGA:Bansos Beras Berlanjut 4 Bulan, Prabowo Suntik Rp. 13,9 Triliun untuk 18 Juta Keluarga.
Iran: Israel Bukan Entitas Sah
Iran menilai Israel tidak memiliki legitimasi, baik dari sisi sejarah, etnis, maupun hukum. Karena itu, Teheran berpendapat tidak ada dasar untuk mengakui eksistensi Israel.
Sebagai alternatif, Iran mengusulkan satu negara demokratis yang mencakup seluruh wilayah Palestina bersejarah. Dalam konsep ini, referendum digelar dengan melibatkan seluruh warga Palestina, termasuk diaspora, untuk menentukan masa depan tanah air mereka.
BACA JUGA:Geger! Anggota DPRD Gorontalo Ingin Rampok Uang Negara Bersama Wanita, PDIP Langsung Pecat.
BACA JUGA:Penyandang Buta Warna Gugat Aturan Lampu Lalu Lintas ke MK, Nilai Diskriminatif.
Konsistensi Sikap Iran
Sikap Iran ini sejalan dengan kebijakan luar negeri mereka sejak lama, yakni menolak kompromi dengan Israel. Bagi Iran, perlawanan merupakan jalan utama menuju kemerdekaan Palestina, bukan solusi kompromistis.
Meski mayoritas negara Arab dan Islam dalam KTT Doha sepakat mendorong solusi dua negara, Iran menegaskan tidak akan tunduk pada konsensus tersebut. Teheran menegaskan hanya ada satu negara sah di tanah Palestina, yaitu Palestina itu sendiri.
BACA JUGA:Ketahuan Tinggal Serumah, Pasangan Muda di Lubuklinggau Siap Dinikahkan.
BACA JUGA:Ibu Rumah Tangga di Lubuklinggau Jadi Korban Jambret, Kalung Emas Dirampas.
Dampak di Dunia Arab
Penolakan Iran ini kembali mengguncang dinamika politik dunia Arab. Sebagian pihak menilai sikap Teheran bisa memperlemah konsensus Arab-Islam. Namun di sisi lain, dukungan Iran terhadap "perlawanan penuh" mendapat simpati dari kelompok-kelompok pro-Palestina yang menolak segala bentuk pengakuan terhadap Israel.
Ke depan, dunia internasional masih menunggu apakah sikap tegas Iran ini akan memicu gesekan baru dengan negara-negara Arab moderat yang cenderung mendukung solusi dua negara.
BACA JUGA:Resep Makaroni Schotel Pakai Daging Cincang, Camilan Gurih untuk Keluarga
BACA JUGA:3 Resep Ikan Patin Sedap, dari Bakar Bumbu Kecap hingga Pindang Segar
Sumber: