Otot inti berfungsi seperti korset alami yang menopang tulang belakang. Jika otot inti lemah, beban lebih besar akan ditanggung oleh tulang belakang dan cakram, sehingga memperbesar risiko nyeri.
Latihan yang direkomendasikan:
-Plank dan side plank.
-Glute bridge.
-Yoga dan Pilates untuk penguatan sekaligus peregangan.
Selain itu, latihan ketahanan fungsional juga penting agar tubuh lebih siap menghadapi aktivitas sehari-hari dengan postur yang baik.
BACA JUGA:Bocoran Samsung Galaxy S26 Edge: Desain Lebih Tipis, Kamera Belakang Kian Tebal
BACA JUGA:Xiaomi 17 Pro Hadir dengan Desain Mirip iPhone 17 Pro dan Layar Mini di Belakang
3. Kardio Low Impact
Untuk penderita nyeri punggung, latihan aerobik berdampak rendah (low impact) lebih aman dilakukan. Beberapa pilihan olahraga yang bisa dicoba antara lain:
-Jalan kaki.
-Bersepeda.
-Menggunakan mesin elips.
-Berenang.
Latihan ini relatif minim tekanan pada tulang belakang namun tetap membantu menjaga kebugaran jantung dan paru-paru.
Menariknya, sebuah penelitian menemukan bahwa berjalan kaki rutin dapat mencegah kambuhnya nyeri punggung. Bahkan, program lari-jalan selama 12 minggu terbukti dapat menurunkan tingkat nyeri dan disabilitas pada penderita nyeri punggung kronis.