Bikin Heboh! Ini Makna dan Isi Lengkap 17+8 Tuntutan Rakyat yang Viral

Bikin Heboh! Ini Makna dan Isi Lengkap 17+8 Tuntutan Rakyat yang Viral

Bikin Heboh! Ini Makna dan Isi Lengkap 17+8 Tuntutan Rakyat yang Viral--ist

SILAMPARITV.CO.ID - Fenomena “17+8 Tuntutan Rakyat” tengah ramai digaungkan warganet di media sosial usai gelombang demonstrasi yang merebak di berbagai daerah. Seruan ini muncul sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah, DPR, hingga aparat keamanan yang dinilai menyakiti rakyat.

BACA JUGA:Guru Wajib Ganti Rantang MBG Rp. 80 Ribu, Kritik Pedas untuk Program Makan Bergizi Gratis.

BACA JUGA:Luhut Soal OTT KPK: Kalau Mau Bersih-Bersih Amat, di Surga Saja

 

Pemicunya, peristiwa tragis pada 28 Agustus 2025, ketika Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online, tewas setelah dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat. Peristiwa itu terjadi saat demonstrasi besar-besaran berlangsung.

BACA JUGA:Sederet Artis Ramaikan Gerakan Brave Pink Hero Green di Instagram

BACA JUGA:Viral di Medsos, Polisi Cuek Saat Diminta Bantu Cari HP Penjual Es Kopi.

Selain itu, pernyataan kontroversial Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, yang menyebut demonstran sebagai “orang paling bodoh di dunia”, semakin memicu amarah publik.

BACA JUGA:Nadiem Makarim Ditetapkan Tersangka Korupsi Chromebook, Ekspresinya Jadi Sorotan.

BACA JUGA:Warga Geger, Pria di Pagar Alam Jual Daging Kucing Mengaku Kambing Muda.

Apa Itu 17+8 Tuntutan Rakyat?

 

Angka 17+8 merujuk pada Hari Kemerdekaan Indonesia (17 Agustus). Simbol ini dipakai sebagai momentum rakyat menuntut reformasi nyata.

Tuntutan tersebut disusun melalui diskusi online sejumlah pemengaruh seperti Jerome Polin, Cheryl Marcella, Salsa Erwina Hutagalung, Andovi Dalopez, Abigail Limuria, Fathia Izzati Malaka, hingga Andhyta F. Utami. Mereka merangkum aspirasi dari berbagai organisasi sipil seperti YLBHI (211 organisasi), PSHK, mahasiswa, serikat buruh, hingga petisi daring Reformasi Indonesia di Change.org.

BACA JUGA:Naas, Kepala Puskesmas Ciptodadi Terlibat Kecelakaan Tunggal dan Alami Luka Serius.

BACA JUGA:Cara Restart HP Oppo Tanpa Tombol Power dengan Mudah dan Praktis

 

Akhirnya, lahirlah “17+8 Tuntutan Rakyat: Transparansi, Reformasi, Empat”, yang terbagi dalam:

  • 17 Tuntutan Jangka Pendek → diselesaikan dalam waktu 1 minggu (hingga 5 September 2025).

  • 8 Tuntutan Jangka Panjang → ditargetkan dalam waktu 1 tahun (hingga 31 Agustus 2026).

BACA JUGA:Realme Perkenalkan HP Konsep dengan Pendingin AC Internal

BACA JUGA:Gibran Rakabuming Dihantam Gugatan Rp. 125 Triliun, Apa Penyebabnya?

Isi Lengkap 17+8 Tuntutan Rakyat

???? 17 Tuntutan Jangka Pendek (Deadline: 5 September 2025)

 

Untuk Presiden Prabowo Subianto:

Tarik TNI dari pengamanan sipil, pastikan tidak ada kriminalisasi demonstran.

Bentuk Tim Investigasi Independen kasus Affan Kurniawan, Umar Amarudin, dan semua korban kekerasan aparat.

BACA JUGA:Kunci Jawaban IPA Kelas 5 SD Halaman 140: Sistem Pencernaan dan Pola Hidup Sehat

BACA JUGA:Semarak Hari Pelanggan Nasional 2025, PLN Luncurkan Promo Tambah Daya Diskon 50%

Untuk DPR:

3. Bekukan kenaikan gaji/tunjangan DPR, batalkan fasilitas baru termasuk pensiunan.

4. Publikasikan transparansi anggaran DPR (gaji, rumah, fasilitas).

5. Dorong Badan Kehormatan DPR periksa anggota bermasalah, termasuk lewat KPK.

BACA JUGA:Good Boy: Film Horor 2025 dari Sudut Pandang Anjing, Siap Bikin Merinding

BACA JUGA:Menkeu Tegaskan 2026 Tak Ada Pajak Baru, UMKM Tetap Dapat Insentif.

Untuk Ketum Partai Politik:
6. Pecat kader DPR yang tidak etis dan memicu amarah publik.
7. Umumkan komitmen partai untuk berpihak pada rakyat.
8. Libatkan kader dalam dialog publik bersama mahasiswa dan masyarakat sipil.

BACA JUGA:The Exorcists of Tha Rae, Film Horor Thailand tentang Ritual Pengusiran Setan

BACA JUGA:Sinergitas Pemda dan Polres Mura, 3 Mobil Dinas Resmi Diserahkan.

 

Untuk Polri:
9. Bebaskan seluruh demonstran yang ditahan.
10. Hentikan kekerasan, taati SOP pengendalian massa.
11. Tangkap dan proses hukum aparat yang melakukan pelanggaran HAM.

BACA JUGA:Exit 8: Film Horor Jepang Adaptasi Game Indie yang Bikin Penonton Terjebak di Lorong Tanpa Akhir

BACA JUGA:Jujutsu Kaisen: Hidden Inventory/Premature Death – Film Prekuel yang Mengungkap Masa Lalu Gojo dan Geto

Untuk TNI:
12. Segera kembali ke barak, hentikan keterlibatan dalam pengamanan sipil.
13. Tegakkan disiplin internal agar tidak ambil alih fungsi Polri.
14. Komitmen publik untuk tidak masuk ruang sipil selama krisis demokrasi.

BACA JUGA:Uji Soal Matematika Kelas 9 SMP (25 Soal Pilihan Ganda)

BACA JUGA:3 Resep Pepes Tahu dan Tempe Berbumbu Sedap Buat Makan Siang

 

Untuk Kementerian Ekonomi:
15. Pastikan upah layak untuk buruh, guru, nakes, hingga mitra ojol.
16. Ambil langkah darurat cegah PHK massal, lindungi buruh kontrak.
17. Buka dialog dengan serikat buruh terkait upah minimum & outsourcing.

BACA JUGA:Resep Ayam Bakar Bumbu Kecap Kemiri yang Manis Gurih

BACA JUGA:Jualan Nasi Kuning Rendang Rp 13 Ribu, Penjual Ini Dianggap Rusak Harga Pasar

8 Tuntutan Jangka Panjang (Deadline: 31 Agustus 2026)

 

  1. Reformasi DPR: Audit independen, larang mantan koruptor, hapus pensiun seumur hidup & fasilitas istimewa.

  2. Reformasi Partai Politik: Publikasi laporan keuangan, perkuat fungsi oposisi.

  3. Reformasi Perpajakan: Batalkan kenaikan pajak yang memberatkan, susun sistem perpajakan lebih adil.

  4. UU Perampasan Aset Koruptor: Segera sahkan RUU, perkuat KPK & UU Tipikor.

  5. Reformasi Polri: Revisi UU Polri, desentralisasi fungsi ketertiban, keamanan & lalu lintas.

  6. TNI Kembali ke Barak: Cabut mandat TNI dari proyek sipil seperti food estate, revisi UU TNI.

  7. Perkuat Komnas HAM & Ombudsman: Perluasan kewenangan Komnas HAM, revisi UU, dan penguatan Kompolnas.

  8. Tinjau Kebijakan Ekonomi & Ketenagakerjaan: Evaluasi UU Ciptakerja, lindungi hak buruh, masyarakat adat & lingkungan.

BACA JUGA:5 Menu Sarapan Penangkal Cemas untuk Jadi Mood Booster Pagi Hari

BACA JUGA:Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach Terancam Kehilangan Gaji DPR, NasDem Ajukan Pembekuan.

Seruan Publik

Seruan 17+8 Tuntutan Rakyat kini viral di media sosial dengan narasi bahwa rakyat tidak lagi ingin menjadi korban kebijakan elitis yang hanya menguntungkan segelintir pihak.

 

Aksi ini bukan sekadar protes, melainkan ajakan untuk transparansi, reformasi, dan keberpihakan pada rakyat kecil.

BACA JUGA:Innova Ringsek Usai Tabrak Hilux dan Motor di Lubuklinggau, Dikemudikan Anggota Polisi.

BACA JUGA:Miris! Usia 20-an Sudah Kena Penyakit Jantung, Ini 4 Pemicu Utamanya Menurut Dokter

Sumber: